Rusak Parah Setelah Tiga Bulan Diperbaiki, Jalan Tanpa Drainase di Nagrak Utara Kabupaten Sukabumi

[object Object]
Jumat 31 Mar 2017, 12:21 WIB
Rusak Parah Setelah Tiga Bulan Diperbaiki, Jalan Tanpa Drainase di Nagrak Utara Kabupaten Sukabumi

SUKABUMIUPDATE.com - Jalan penghubung tiga desa di Kecamatan Nagrak Kabupaten Sukabumi kondisinya rusak parah. Kerusakan mengular sepanjang tiga kilometer dengan salah satu titik kerusakan terparah berada di Kampung Dermaga Hilir RT 02/06, Desa Nagrak Utara, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi.

Lubang berukuran besar ini, tersebar di sepanjang jalan yang dibangun tanpa selokan air atau sistem drainase. Jika hujan, jalan tersebut berubah menjadi layaknya sungai, karena dialiri air yang tumpah ke jalanan. Tak hanya air, kerikil dan tanah lumpur pun ikut terbawa alirannya, sehingga mengancam keselamatan pengendara.

Jalan ini menghubungkan Desa Nagrak Utara, Cihanyawar, dan Pawenang di Kecamatan Nagrak. Jalan ini juga menjadi akses menuju Kecamatan Ciambar.

BACA JUGA :

Ini Titik Kerusakan Terparah di Jalan Alternatif Nagrak Kabupaten Sukabumi

Jalan Rusak Pangleseran-Bojonglopang Kabupaten Sukabumi, Warga: Warga: Layak Ditanami Lele Dumbo

Pengendara Minta Tindak Tegas Peminta-minta di Jalan Rusak Kabupaten Sukabumi, Polisi: Itu Urusan Dinsos

“Kalau tidak salah diperbaiki terakhir tahun lalu. Hanya bertahan beberapa bulan, sampai sekarang belum diperbaiki lagi. Jalan ini butuh saluran drainase, karena selalu tergenang air, jadi cepat rusak,” ungkap Sahuri (50), warga Kampung Dermaga Hilir kepada sukabumiupdate.com, Jumat (31/3).

Sahuri juga menjadi saksi banyak kecelakan lalu lintas, khususnya pengendara sepeda motor yang terjatuh akibat buruknya kondisi jalan. “Belum lama ini ada yang patah tangan, pakai motor ngebut menghindari lubang, kemudian tabrakan dengan motor dari arah berlawanan,” lanjutnya.

Salah seorang pengguna jalan, Ade Rohman Mutakin (38) pengemudi angkutan umum Cibadak-Nagrak, berharap kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi agar segera memperbaiki jalan tersebut. “Saya sudah hampir 20 tahun nyopir di jalur ini, kondisinya rusak terus. Kalau diperbaiki paling lama tiga bulan sudah rusak lagi. Kalau bisa kualitas aspal ditingkatkan,” pungkasnya.

Berita Terkini