SUKABUMIUPDATE.com - Rasa kepedulian dokter yang satu ini patut diacungi jempol. Padahal dia hanyalah seorang dokter fungsional di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Buniwangi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi. Namanya dokter Hikmat Gumelar.Â
Ia sudah bertugas di Puskemas tersebut, selama empat tahun, dan melayani lima desa, yakni Buniwangi, Gunungsungging, Sukatani, Cipendeuy, dan Pasiripis.
Setiap Jumat, ia meluangkan waktunya untuk mengkhitan dua anak dari lima desa di bawah koordinasi Puskemas tempat ia mengabdi. Kepeduliannya itu tak banyak diketahui warga, apalagi di luar Kecamatan Surade. “Target saya sepuluh anak setiap Jumat bisa di khitan,†kata dokter Hikmat Gumelar kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (18/3).
Namun saat membaca berita tentang keinginan orang tua hendak mengkhitan anak, namun tidak memiliki biaya, ia pun langsung merespon.
Di bantu wartawan sukabumiupdate.com, kedua anak pasangan Agus Saliman (41) dan Mutiah (37) yang tinggal di gudang Kebun Ciracap, milik Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sukabumi, di Kampung Baros, Kecamatan Ciracap, langsung mendapatkan penanganan.
BACA JUGA:
Anak Penghuni Gudang Pertanian Ciracap Kabupaten Sukabumi, Akhirnya Dikhitan
Huni Gudang di Ciracap, Warga Kota Sukabumi Ingin Khitan Dua Anaknya
Ketua RT Huni Kandang Ayam, Lurah Cibadak Kabupaten Sukabumi: Sudah Diverifikasi
“Saya bisa memahami keinginan orang tua anak-anak itu. Sebagai bentuk kepedulian saya langsung meminta agar kedua anak pasangan Agus dan Mutiah dibawa ke tempat praktek saya di Kampung Garasi, Surade,†terangnya.
Pemberian khitan gratis ini ia lakukan, ujar dokter berusia 30 tahun ini, semata-mata ingin berbagi dengan masyarakat tanpa pamrih. “Pertama melihat kondisi, kedua saya memang asli dari daerah Pajampangan ini, sehingga saya tahu kondisi ekonomi sebahagian masyarakat. Saya tidak ingin dikenal dan terkenal karena niat ibadah saya ini,†ujar pehobi off road itu.
Sementara Agus Saliman, orang tua Fahri (7) dan Fahran (4) merasa lega, karena impiannya mengkhitan kedua anaknya kini sudah terwujud. Ia bertekad akan bekerja sekuat tenaga agar kelak kedua anaknya tidak seperti dirinya.Â
“Anak saya bukan hanya gratis dikhitannya. Tapi dapat hadiah juga dari pak Dokter,†ucap Agus.