SUKABUMIUPDATE.com - Operasi tim SAR gabungan terus mencari korban kapal Cahaya Irna yang tenggelam di Perairan Dusun Lamangkia Desa Tope Jawa Kecamatan Marbo Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan, Jumat (3/2).Â
"Sampai siang ini Sabtu (4/2) Â tim SAR gabungan masih terus mencari korban kapal Cahaya Irna yang tenggelam," kata Kepala Badan SAR Nasional Makassar, Amiruddin, Sabtu (4/2).
Basarnas dan tim SAR melakukan tiga metode. Diantaranya penyisiran dengan berjalan kaki di sepanjang garis pantai yang dicurigai korban bisa terdampar. Kemudian melakukan penyisiran menggunakan perahu karet. Lalu personel yang berada di perahu karet dipilih, fisik dan renangnya diatas rata-rata untuk mengantisipasi hal terburuk yang mungkin saja. "Jadi tim ini dibagi dua, untuk lebih mengefesiensi tenaga personel," tutur dia.
Ia menambahkan bahwa metode pencarian juga dilakukan dengan penyisiran menggunakan kapal nelayan Antasena. Pasalnya, kata dia, hal ini dapat menjangkau area penyisiran yang lebih luas. "Dan ini bisa menjangkau lebih jauh dari bibir pantai," ucap dia.
Apalagi, menurut Amiruddin, saat ini kondisi ombak laut cukup besar, ditambah hujan dan angin. Olehnya itu, Amiruddin berharap semuanya dapat bekerja dengan hati-hati, utamakan safety.
Selain itu, kata dia, data penumpang juga terus berubah-ubah lantaran tidak ada yang bisa memastikan berapa sebetulnya manifest Kapal Cahaya Irna tersebut. Namun data terakhir yang direkap tim SAR dari laporan warga jumlah penumpang kapal itu 31 orang. Dengan rincian 21 orang ditemukan selamat, 9 orang ditemukan meninggal dan satu masih dalam proses pencarian.
"Yang meninggal itu sudah termasuk satu penemuan korban wanita yang ditemukan tadi siang sekitar pukul 11.00 Wita. Tapi data ini sewaktu-waktu masih bisa berubah, kami akan sesuaikan dengan laporan yang masuk dari warga," kata Amiruddin.
Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Takalar Syaharuddin mengatakan saat ini kondisi penumpang yang selamat masih trauma dengan kejadian tersebut.
Â
Sumber: TEMPO
