Markas FPI Dilempar Bom, Novel Bamukmin: Pelakunya Komunis

Sukabumiupdate.com
Kamis 02 Feb 2017, 06:56 WIB
Markas FPI Dilempar Bom, Novel Bamukmin: Pelakunya Komunis

SUKABUMIUPDATE.com - Sekjen DPD DKI Front Pembela Islam (FPI) Novel Bamukmin membenarkan kabar ledakan bom molotov di posko DPC FPI Pasar Rebo, Kamis (2/2). "Informasi yang saya dapat di grup begitu. Sudah dipastikan itu memang DPC Pasar Rebo," kata Novel lewat telepon.

Novel menjelaskan, posko DPC Pasar Rebo memang tidak memiliki papan nama. "Kebetulan di DPC ini tidak ada papan nama, memang ada yang ada papan namanya, ada yang tidak," katanya.

Dalam insiden itu tidak ada yang menjadi korban. Hanya saja sebuah bangku dan meja terbakar. Novel mengaku tidak bisa menduga siapa yang menjadi dalang insiden ini. Ia pun menyerahkan penyelidikan sepenuhnya kepada polisi. 

"Belum tahu motifnya, orangnya nggak dikenal, tapi kan sudah diserahkan kepada polisi, biar saja diselidiki," katanya. "Yang pasti, (pelakunya) nggak suka FPI. Salah satu yang nggak suka FPI ya komunis," lanjutnya.

Sebelumnya, beredar sejumlah foto yang menggambarkan situasi sebuah pos yang terbakar akibat ledakan bom molotov. Salah seorang netizen menuliskan, lokasi ledakan bom tersebut merupakan markas FPI.

Kepala bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono membantah informasi tersebut.

Menurut Argo, bangunan yang menjadi sasaran bom itu bukanlah markas FPI, melainkan pos ronda. Tempat itu tidak memiliki plang nama meski sering digunakan  untuk berkumpul. "Bukan markas (Ormas). Itu seperti pos ronda, rumah-rumah bedeng gitu," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Kamis (2/2). 

 

 

Sumber: TEMPO

Berita Terkini