SUKABUMIUPDATE.com - Tentara Nasional Indonesia mengamankan 4 orang anggotanya, terduga pelaku penyiraman air keras pada aktivis Kontras Andrie Yunus. Para pelaku saat ini sudah ditahan dan menjalani pemeriksaan di Puspom TNI.
Kepada awak media, Danpuspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto dalam konferensi pers di Mabes TNI, Jakarta, Rabu (18/3/2026) menjelaskan keempat orang yang ditahan ini berinisial NDP, SL, BWH dan ES.
"Tadi pagi saya telah menerima dari Dantim BAIS TNI 4 orang yang diduga tersangka melakukan kegiatan penganiayaan terhadap saudara Andrie Yunus," ujar Mayjen TNI Yusri Nuryanto.
Baca Juga: Pemudik Turun 1,75%, Perputaran Uang Diprediksi Tembus Rp148 Triliun di Libur Idulfitri
Danpuspom belum menjelaskan informasi lainnya terkait kasus ini. Mayjen TNI Yusri Nuryanto menerangkan 4 terduga pelaku akan dijerat Pasal 467 ayat 1 dan 2 KUHP UU Nomor 1 tahun 2023.
“Ancaman hukumannya sudah tertuang di situ ada yang 4 tahun, 7 tahun," jelas Yusri.
Puspom TNI juga akan mengajukan permohonan visum ke RSCM. "Kita akan mengajukan permohonan visum et repertum ke RSCM," lanjutnya.
Baca Juga: 6 Manfaat Infused Water Untuk Kesehatan Bisa Untuk Diet dan Turunkan Kolesterol
Polda Metro Jaya perlihatkan Foto Pelaku
Di hari yang sama, Polda Metro Jaya juga menggelar konferensi pers menampilkan foto dua terduga pelaku penyiraman. Polri mengungkap dua terduga pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Keduanya diketahui berdasarkan hasil penyelidikan.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan, saat beraksi terduga pelaku yang mengendarai motor menggunakan kemeja batik bermotif biru. Sementara terduga pelaku kedua tampak menggunakan topi. Dia terlihat dibonceng pelaku pertama.
Iman menambahkan, tidak tertutup kemungkinan jumlah terduga pelaku lebih dari empat orang. Dia memastikan, polisi akan mengungkap kembali terduga pelaku jika sudah ada temuan baru.
Baca Juga: Saatnya Liburan! 6 Destinasi Wisata Sukabumi Ini Tiketnya Lagi Diskon 50%
"Dari hasil penyelidikan kami tidak menutup kemungkinan ini pelaku dapat diduga lebih dari empat sebagaimana kami sampaikan awal ke rekan-rekan media," ucapnya.



