Data DPT KPU Bocor, Bareskrim Polri Tutup Sistem Informasi Data Pemilih

Kamis 30 November 2023, 22:39 WIB
Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Adi Vivid Agustiadi Bachtiar. (Sumber : Istimewa)

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Adi Vivid Agustiadi Bachtiar. (Sumber : Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com - Untuk mencegah kebocoran Data Pemilih Tetap (DPT) milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) terulang kembali, Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri menutup Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih).

"Saat ini akun pengguna Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih) telah di nonaktifkan, hal itu dilakukan sebagai bentuk penanganan peretasan lebih jauh lagi," kata Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Adi Vivid Agustiadi Bachtiar dikutip dari tempo.co, Kamis (30/11/2023).

Dalam proses penutupan sistem, Adi Vivid mengatakan Polri menganalisis bocornya 252.327.304 data pemilih tetap Komisi Pemilihan Umun (KPU) oleh peretas dengan akun anonim bernama Jimbo di BreachForum yang diklaim berasal dari situs kpu.go.id.

"Dari hasil pengecekan Dittipidsiber Bareskrim Polri tengah melakukan pengecekan analisis, saat ini beberapa analisis sedang dijalankan seperti analisis log akses, analisis manajemen pengguna, dan analisis log lainnya yang diambil dari aplikasi maupun server yang digunakan untuk mengidentifikasi pelaku, jika benar melakukan peretasan terhadap Sistem Informasi Data Pemilih," ujar Adi Vivid.

Baca Juga: 200 Juta Lebih Data DPT KPU Diduga Bocor, Meliputi Nama hingga NIK Pemilih

Adi Vivid mengatakan Polri tengah berkoordinasi dengan KPU dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sebagai langkah pengumpulan data dan bukti digital terkait dengan perlindungan dan pencegahan kebocoran data.

"Tentu Polri senantiasa bersama KPU dan BSSN, pihak pengembang, serta instansi terkait lainnya sedang menganalisa data-data dan bukti-bukti digital terkait informasi data breach tersebut untuk melindungi dan mencegah terjadinya penyebaran data pemilih tersebut kembali," katanya.

Sebelumnya, dugaan kebocoran data sudah diketahui oleh tim penyidik dari hasil patroli siber yang dilakukan oleh Tim Computer Security Incident Response Team (CSIRT). "Polri sedang menyelidiki kasus dugaan kebocoran Data Pemilih Tetap (DPT) milik Komisi Pemilihan Umum (KPU), dugaan kebocoran data tersebut sudah diketahui tim penyidik dari hasil patroli siber," kata Adi Vivid.

Kebocoran ini diduga terjadi pada data pendaftaran pemilih (voter registration database), yang telah ditetapkan menjadi daftar pemilih tetap (electoral rolls) pada Juli 2023 lalu. Data kemungkinan bocor dari database Sistem Informasi Pendataan Pemilih (SIDALIH), yang digunakan untuk menyusun, melakukan pemutakhiran dan konsolidasi data pemilih.

Data yang bocor kemudian dijual seharga USD 74.000 yang terdiri atas NIK, NKK, Nomor KTP, Passport, nama, tempat pemungutan suara, status difabel, jenis kelamin, tanggal dan tempat lahir, status perkawinan, serta alamat.

SUMBER: TEMPO.CO

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Sukabumi22 Februari 2024, 10:21 WIB

Ancam Kelas dan Musala, Longsor Hantam TPT SDN Cisarua Purabaya Sukabumi

Longsor TPT ini mengancam satu ruang kelas dan musala SDN Cisarua.
Longsor TPT SDN Cisarua di Kampung Cisarua, Desa Purabaya, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi. | Foto: Istimewa
Sukabumi Memilih22 Februari 2024, 10:05 WIB

Ganjar Usul Hak Angket Kecurangan Pilpres 2024, TKN 02 Ungkit Omongan Mahfud MD

Sekretaris TKN Prabowo-Gibran Nusron Wahid menilai Ganjar usul hak angket kecurangan Pilpres 2024 adalah sesuatu yang berlebihan.
Capres Nomor Urut 03, Ganjar Pranowo (Sumber : Istimewa)
Life22 Februari 2024, 10:00 WIB

10 Ciri Orang yang Akan Susah di Masa Tuanya, Anda Harus Hati-hati!

Beberapa perilaku ini akan menjadi ciri orang yang akan mengalami kesusahan di masa tuanya.
Ilustrasi - Beberapa perilaku ini akan menjadi ciri orang yang akan mengalami kesusahan di masa tuanya. (Sumber : Pixabay.com/@isakarakus)
Musik22 Februari 2024, 09:58 WIB

Video Music Lagu “Lagi Syantik” Siti Badriah Tembus 700 Juta Views di Youtube

Lagi Syantik dari Siti Badriah sukses menjadi video musik Indonesia yang paling banyak ditonton sepanjang sejarah.
Lagi Syantik dari Siti Badriah sukses menjadi video musik Indonesia yang paling banyak ditonton sepanjang sejarah. (Sumber : Instagram/@sitibadriahh).
Sukabumi Memilih22 Februari 2024, 09:53 WIB

Komnas HAM Temukan Fakta Aparatur Negara Arahkan Masyarakat Pilih Capres Tertentu

Setidaknya ada lima peristiwa yang Komnas HAM rangkum.
(Foto Ilustrasi) Komnas HAM mengumumkan sejumlah temuan selama Pemilu 2024. | Foto: Istimewa
Life22 Februari 2024, 09:30 WIB

Mengenali Ciri Anak yang Stres Karena Memiliki Tekanan Batin dan Mengatasinya

Penting bagi orang tua untuk mengetahui ciri-ciri anak yang stres karena memiliki tekanan batin.
Ilustrasi. Penting bagi orang tua untuk mengetahui ciri-ciri anak yang stres karena memiliki tekanan batin.  (Sumber : Freepik/@freepik)
Sukabumi22 Februari 2024, 09:27 WIB

Pendongeng Sunda Asal Sukabumi Mang Dedi Mulyadinata Meninggal

Mang Dedi adalah salah satu dedengkot Carita Sunda di Sukabumi.
Mang Dedi Mulyadinata dikabarkan meninggal dunia. | Foto: Istimewa
Sehat22 Februari 2024, 09:00 WIB

7 Makanan Tinggi Gula yang Sebaiknya Dihindari Bagi Penderita Diabetes Tipe 2

Ada beberapa makanan tinggi gula yang wajib dihindari untuk penderita diabetes tipe 2.
Ilustrasi Sereal- Ada beberapa makanan tinggi gula yang wajib dihindari untuk penderita diabetes tipe 2. (Sumber : pexels.com/Maria Bortolotto).
Sukabumi22 Februari 2024, 08:54 WIB

Ivan Rusvansyah Dipenjara, Gundar Kolyubi Jadi Anggota PAW DPRD Kota Sukabumi

Majelis Hakim sudah membacakan vonis hukuman terhadap Ivan Rusvansyah Trisya.
Pelantikan PAW anggota DPRD Kota Sukabumi dari Ivan Rusvansyah Trisya kepada H Gundar Kolyubi. | Foto: Dokpim Kota Sukabumi
Life22 Februari 2024, 08:45 WIB

10 Tanda Anak yang Memiliki Sifat Buruk, Coba Bunda Lihat Sikapnya!

Setiap anak yang memiliki sifat buruk perlu mendapatkan bimbingan yang ekstra dari orang tuanya.
Ilustrasi - Setiap anak yang memiliki sifat buruk perlu mendapatkan bimbingan yang ekstra dari orang tuanya. (Sumber : Pixabay.com/@SarahRichterArt)