Rampung Diperiksa, KPK Tahan Rafael Alun Trisambodo

Senin 03 April 2023, 17:32 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Rafael Alun Trisambodo. (Sumber : Istimewa/tangkapan layar YouTube KPK)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Rafael Alun Trisambodo. (Sumber : Istimewa/tangkapan layar YouTube KPK)

SUKABUMIUPDATE.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan mantan Kepala Bagian Umum Direktorat Jenderal Pajak Kanwil Jakarta Selatan Rafael Alun Trisambodo.

Penahanan Rafael ini diumumkan oleh Ketua KPK Firli Bahuri setelah Rafael diperiksa selama sekitar 6,5 jam sebagai tersangka di Gedung Merah Putih KPK.

Usai pemeriksaan, Rafael turun dari ruang penyidikan dengan mengenakan rompi oranye. Rafael akan ditahan selama 20 hari pertama di Rutan KPK Merah Putih terhitung sejak hari ini, Senin (3/4/2023) hingga Sabtu (22/4/2023).

Baca Juga: Tahap Finishing, Dua Jalur Tol Bocimi Seksi 2 Disiapkan untuk Mudik Lebaran 2023

"Hari ini, dilakukan penahanan terhadap tersangka RAT," kata Firli Bahuri di Gedung Merah Putih KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (3/4/2023).

Sebelumnya, KPK menetapkan Rafael Alun sebagai tersangka dalam kasus dugaan gratifikasi di Kementerian Keuangan.

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri menyebut status perkara Rafael telah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan setelah ditemukan unsur pidana.

Baca Juga: Ada Bocimi Seksi 2, Tol Fungsional Sepanjang 217,2 Km Disiapkan untuk Lebaran

"Jadi ada dugaan pidana korupsinya telah kami temukan. Terkait dengan dugaan korupsi penerimaan sesuatu oleh pemeriksa pajak (Rafael Alun) pada Ditjen Pajak Kemenkeu tahun 2011-2023," kata Ali kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (30/3/2023).

Penetapan tersangka kepada Rafael Alun juga dilakukan KPK setelah menemukan alat bukti yang cukup.

"Kami temukan peristiwa pidana dan dari bukti permulaan yang cukup," kata Ali.

Baca Juga: Borneo FC vs Bali United: Susunan Pemain, Head to Head dan Prediksi Skor

Rafael menjadi sorotan, pasca perilaku anaknya Mario Dandy melakukan penganiayaan sadis kepada remaja bernama David, putra dari salah satu pengurus GP Ansor.

Kasus itu menyerempet ke asal kekayaannya yang terlapor di LHKPN miliknya. Di dalam laporan tertulis, Rafael Alun memiliki kekayaan Rp 56 miliar. Ditelisik lebih jauh kejanggalan soal harta kekayaannya satu persatu terkuak.

PPATK menemukan Rafael Alun menggunakan nomine dalam transaksi keuangannya. Ditemukan mutasi transaksi sekitar Rp 500 miliar dari 40 rekening bank Rafael dan keluarganya.

Di KPK, kasus dugaan kejanggalan harta kekayaan Rafael Alun telah ditingkatkan ke proses penyelidikan. Hal itu setelah KPK melakukan klarifikasi ke Rafael Alun pada Rabu (1/3/2023) lalu.

Sumber: Suara.com

AYO! main games di Sukabumi Update Games
Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Sehat18 Juni 2024, 16:15 WIB

Minum Banyak Air Putih Bisa Turunkan Kadar Gula Darah? Simak Alasan dan Takarannya

Salah satu cara untuk menurunkan kadar gula darah dalam tubuh penderita diabetes adalah minum air putih dengan takaran tertentu.
Ilustrasi penderita diabetes minum air putih untuk turunkan kadar gula darah (Sumber : pexels.com/@Artempodrez)
Sukabumi18 Juni 2024, 16:02 WIB

Remaja Sukabumi Tewas saat Idul Adha, Kronologi Kecelakaan Tiga Motor di Cibadak

Dari arah berlawanan datang motor Honda Scoopy yang dibawa MRP (20 tahun).
Korban kecelakaan sepeda motor di Kampung Sekarwangi RT 01/17 Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Senin, 17 Juni 2024. | Foto: Istimewa
Gadget18 Juni 2024, 16:00 WIB

Spesifikasi HP Nubia Neo 2 5G, Smartphone Gaming dengan Harga Rp 2 Jutaan

Dengan diluncurkannya Nubia Neo 2 5G di Indonesia, ZTE Mobile Devices memberikan pilihan yang menarik bagi para gamer yang mencari ponsel dengan performa tinggi namun dengan harga yang lebih terjangkau.
Nubia Neo 2 5G merupakan pilihan yang menarik bagi para gamer yang mencari HP gaming dengan harga terjangkau. (Sumber : Nubia.com).
Life18 Juni 2024, 15:30 WIB

11 Aturan Makan Sehat untuk Penderita Kolesterol, Bantu Jaga Kesehatan Jantung

Dengan mengikuti aturan makan ini, penderita kolesterol tinggi dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan menjaga kesehatan jantung.
Ilustrasi. Makanan Sehat. Simak Aturan Makan Sehat untuk Penderita Kolesterol, Bantu Jaga Kesehatan Jantung (Sumber : Pexels/JennaHamra)
Sukabumi18 Juni 2024, 15:08 WIB

Traffic Light Roboh Belum Ditangani, Bahayakan Pengendara di Palabuhanratu Sukabumi

Lampu lalu lintas di ruas Jalan Bhayangkara yang mengarah ke Jalan Siliwangi, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, tidak berfungsi.
Kondisi traffic light di ruas Jalan Bhayangkara yang mengarah ke Jalan Siliwangi, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi | Foto : Ilyas Supendi
Sukabumi18 Juni 2024, 15:05 WIB

Dijuluki Timnas Pusat di Euro 2024, Kisah Pesepak Bola Sukabumi Jadi Kapten Belanda

Salah satu pesepak bola Belanda zaman dulu ternyata berasal dari Sukabumi.
Timnas Belanda di Euro 2024. | Foto: Instagram/@oranje_indonesia
Inspirasi18 Juni 2024, 15:00 WIB

Lowongan Kerja Kasir di Minimarket Sukabumi, Minimal SLTA/SMU/SMA

Apabila kamu tertarik dengan lowongan kerja ini, segera daftarkan diri sekarang juga!
Ilustrasi - Lowongan Kerja Kasir di Minimarket Sukabumi, Minimal SLTA/SMU/SMA. (Sumber : Freepik/pressfoto)
Food & Travel18 Juni 2024, 14:30 WIB

4 Makanan Ini Tidak Boleh Dimakan Jika Anda Penderita Kolesterol Tinggi, Hindari!

Penderita kolesterol bisa menikmati yogurt beku rendah lemak dengan taburan buah beri sebagai hidangan penutup.
Ilustrasi. Olahan Daging Berlemak. Makanan Ini Tidak Boleh Dimakan Jika Anda Penderita Kolesterol Tinggi, Hindari!. (Sumber : Pexels/TarynElliott)
Sehat18 Juni 2024, 14:15 WIB

Mengapa Kadar Gula Darah Bisa Naik saat Pagi Hari? Ini Penyebab dan Cara Mengatasi

Ternyata kadar gula darah dapat melonjak secara tiba-tiba di pagi hari. Penderita diabetes perlu tahu sebab dan cara mengatasinya.
Ilustrasi kadar gula darah yang naik saat pagi hari (Sumber : Pexels.com/@i-SensUSA)
Science18 Juni 2024, 14:13 WIB

Waspada Ombak hingga 4 Meter di Samudra Hindia Selatan, BMKG Buka Datanya

Pola angin menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1,25-2,5 meter.
Kondisi perahu nelayan yang rusak diterjang ombak tinggi di perairan Ujunggenteng, Kabupaten Sukabumi. | Foto: Istimewa