SUKABUMIUPDATE.com - Dalam budaya Sunda ada banyak sekali paribasa atau ungkapan yang diwariskan oleh para leluhur salah satunya adalah Inggis Ku Bisi Rempan Ku Basa.
Paribasa Sunda “Inggis Ku Bisi Rempan Ku Basa” mengandung makna tentang perasaan khawatir atau takut terhadap sesuatu yang belum tentu terjadi.
Ungkapan ini berkaitan dengan sikap seseorang yang terlalu memikirkan kemungkinan buruk sehingga merasa cemas sebelum mengetahui apa yang sebenarnya akan terjadi.
Mengutip berbagai sumber, paribasa ini juga dikaitkan dengan ungkapan “inggis ku bisi rémpan ku sugan”, yang berarti takut akan kejadian yang tidak disangka-sangka.
Arti kata Inggis Ku Bisi Rempan Ku Basa
Untuk memahami paribasa ini, berikut penjelasan unsur katanya:
- Inggis berarti khawatir, takut, atau merasa waswas.
- Ku bisi berarti karena takut kalau-kalau sesuatu terjadi.
- Rempan berkaitan dengan rasa khawatir atau waswas.
- Basa dalam ungkapan ini merupakan bagian dari bentuk paribasa, sehingga maknanya lebih tepat dipahami melalui keseluruhan ungkapan, bukan diterjemahkan secara harfiah.
Secara keseluruhan, paribasa ini menggambarkan seseorang yang merasa takut terhadap kemungkinan yang belum tentu terjadi.
Baca Juga: Lembah Tidar Campground Sukamakmur, Berkemah Dekat Curug Ciherang Cocok untuk Liburan Keluarga
Contoh dalam kehidupan sehari-hari
Misalnya, seseorang ingin menyampaikan pendapat dalam sebuah rapat. Namun, ia terus merasa khawatir pendapatnya akan ditolak atau dirinya akan ditertawakan. Akibatnya, ia memilih diam meskipun sebenarnya memiliki gagasan yang baik.
Contoh lainnya adalah seseorang yang hendak memulai usaha, tetapi terus membayangkan kemungkinan rugi sebelum mencoba. Kekhawatiran tersebut membuatnya ragu mengambil langkah.
Kedua situasi itu menggambarkan sikap waswas terhadap sesuatu yang belum tentu terjadi.
Pesan moral
Ada beberapa pelajaran yang bisa diambil dari ungkapan tersebut.
- Jangan terlalu dikuasai rasa takut. Memikirkan risiko memang penting, tetapi kekhawatiran berlebihan dapat menghambat langkah.
- Bedakan kemungkinan dan kenyataan. Sesuatu yang dikhawatirkan belum tentu benar-benar terjadi.
- Berani mengambil keputusan dengan pertimbangan matang. Jangan sampai rasa takut membuat kita kehilangan kesempatan.
- Tetap berhati-hati tanpa berprasangka buruk. Kewaspadaan diperlukan, tetapi sebaiknya tidak berubah menjadi kecemasan yang berlebihan.
Inggis Ku Bisi Rempan Ku Basa dapat dipahami sebagai pengingat agar kita tidak terus-menerus dihantui oleh kemungkinan buruk.
















