Kampung Stamplat Girang Punya Pesona Alam, Kopi Lokal, dan Kehidupan Masyarakat Sunda

Kampung Stamplat Girang Punya Pesona Alam, Kopi Lokal, dan Kehidupan Masyarakat Sunda

Kampung Stamplat Girang, salah satu destinasi wisata unik yang ada di Selatan Bandung. (Sumber : Gmaps)

SUKABUMIUPDATE.com - Jika ingin merasakan suasana perkampungan Sunda zaman dulu sekaligus menikmati keindahan alam saat liburan, Kampung Stamplat Girang harus masuk daftar kunjungan kamu.

Kampung Stamplat Girang merupakan perkampungan di Desa Indragiri, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Kawasan ini berada di wilayah Bandung Selatan dan dikenal dengan suasana pedesaan pegunungan, hamparan kebun teh, perkebunan kopi, serta potensi wisata alam yang dikembangkan oleh masyarakat setempat.

Baca Juga: Arti Babasan Sunda Kolot Kasipuh ku Ilmu dan Kolot Kajurung ku Umur

Berbeda dari destinasi wisata yang mengandalkan banyak wahana modern, daya tarik Stamplat Girang justru terletak pada pengalaman menikmati alam, berkemah, menjelajahi hutan, mengenal kopi lokal, dan berinteraksi dengan kehidupan warga desa.

Suasananya cenderung sejuk dan asri, dengan pemandangan perbukitan hijau, aliran sungai, pepohonan, dan rumah-rumah penduduk.

Kehidupan kampung disini masih terasa akrab, dengan aktivitas warga di sekitar rumah dan suara aliran sungai yang menjadi bagian dari suasana sehari-hari.

Tempat ini cocok untuk wisatawan yang ingin menikmati sisi lain Kabupaten Bandung, terutama suasana pedesaan yang relatif jauh dari keramaian destinasi wisata besar.

Perkebunan teh menjadi pemandangan yang menonjol di sekitar kampung. Lanskap hijau ini bisa dinikmati saat berjalan-jalan di sekitar pemukiman maupun ketika menjelajahi kawasan sekitarnya.

Baca Juga: Cadas Gantung Bandung, Tempat Camping di Tengah Persawahan dengan Panorama Tebing Batu

Selain itu, kopi menjadi bagian penting dari kehidupan ekonomi masyarakat. Warga mengembangkan budidaya kopi dan potensi wisata berbasis pertanian, sehingga pengunjung berpeluang mengenal kopi dari lingkungan tempat tanaman tersebut dibudidayakan.

Di kawasan sekitar kampung juga terdapat Curug Halimun dan Curug Jaja yang dapat dicapai dengan berjalan kaki sekitar 30 menit, sedangkan perjalanan menuju Curug Jaja lebih panjang dan menanjak.

Salah satu lokasi yang pernah diperkenalkan warga adalah Tagog Djamuju, tempat bersantai di atas bukit dengan panorama kebun teh. Area kampung juga dikenal memiliki potensi camping dan penginapan sederhana.

Lokasi Kampung Stamplat Girang

Secara administratif, Kampung Stamplat Girang berada di Desa Indragiri, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung. Kampung ini disebut sebagai bagian dari kawasan Ciparay dan berada di antara perkebunan teh serta kawasan hutan.

Jika dari Kota Bandung, perjalanan dapat diarahkan menuju kawasan Rancabali dan Desa Indragiri. Agar tidak tersesat bisa menggunakan peta digital atau bertanya kepada warga sekitar.

Tiket Kampung Stamplat Girang

Untuk menikmati keindahan wisata ini pengunjung perlu membayar tiket masuk serta beberapa tiket terusan jika berniat camping atau menginap. Berikut daftar tiket untuk berkunjung ke Kampung Stamplat Girang, Bandung

  • Tiket Masuk Wisata : Rp25.000 per orang
  • Tiket Masuk Menginap : Sekitar Rp35.000 per orang (belum termasuk tenda)
  • Sewa Homestay / Rumah Panggung: Rp300.000 – Rp330.000 per malam (kapasitas standar hingga kurang lebih 8 orang)
  • Sewa Kavling Camping: Rp125.000 per malam
  • Sewa Tenda: Rp150.000 – Rp1.675.000 per malam (tergantung ukuran dan kapasitas)
  • Biaya Parkir: Motor: Rp5.000, Mobil: Rp10.000

Itulah ulasan mengenai Kampung Stamplat Girang, salah satu destinasi wisata unik yang ada di Selatan Bandung.

Editor:Dede Imran
Berita Terkini