TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
bankbjb

Kenali Modus Kejahatan di Dunia Perbankan dan Pentingnya Literasi Keuangan Digital

Penulis
Senin 22 Agt 2022, 19:53 WIB

Prof Teddy kemudian membeberkan dua modus kejahatan didunia digital khususnya mobile phone (aplikasi). Pertama sulit tertangani, yaitu zero click. Malware super dahsyat tidak perlu melakukan apa-apa, hanya perlu tahu nomor korban kemudian bisa menginstal malware. 

“Tanpa klik tahu-tahu mobile kita sudah dikuasai orang lain. Contoh klo dulu namanya pegasus sekarang zeus. Tak tertahankan, kita tak bisa apa-apa,” ungkap Teddy.

Modus kedua adalah single click. Mengembangkan skenario (social engineering). Biasanya memaksa user untuk klik minimal sekali, lalu mencuri credential user (login-id dan password netbanking).

“Bagaimana pelaku punya target tertentu, pelajari korban. Lalu dia menghubungi korban untuk click sekali saja melalui tawaran hadiah atau lainnya.”

Prof Teddy dalam paparannya memegaskan modus kedua ini karena umum dan paling sering terjadi, termasuk oleh para nasabah banyak bank di Indonesia. Skenario biasanya mencatut nama, logo bahkan foto pimpinan lembaga.

“Kita perlu berhati-hati dan membaca dengan seksama dari pesan atau konten yang dibagikan ke nomor handphone kita. Biasanya pelaku ngasih link untuk kita klik. Disini kita harus cermat, karena link biasanya buka dari lembaga, emailnya juga bukan akun lembaga. Biasanya pakai email umum, seperti yahoo dll,” ungkap Teddy.

Sebagai penutup paparan, Prof Teddy memberikan sejumlah saran untuk perlindungan data pribadi. Mulai dari pakai sumber internet sendiri (jangan wifi publik) saat mengakses data perbankan, hati-hati saat ‘meeting online’/webcam dengan orang asing, hati-hari saat memposting, belanja online di platform/akun terpercaya, password harus berbeda-beda tiap platform, pilih password yang kuat, pakai VPN, safe browsing, privacy setting on, jaga informasi pribadi dan jauhi gawai saat emosi.

Kata kunci literasi keuangan menjadi penting untuk mencegah banyak korban dari kejahatan digital di dunia keuangan atau perbankan. Peran media sebagai salah satu saluran komunikasi dan informasi juga dituntut lebih cakap dan terarah dalam memberikan narasi atau konten tentang literasi keuangan.

Sebagai pemateri terakhir dalam workshop tersebut, Citra Dyah Prastuti, Pemimpin Redaksi KBR.id menegaskan media harus berpijak pada isu perlindungan konsumen. Diperlukan narasi dan konten edukasi sebagai bahan literasi publik.

Citra Dyah Prastuti, mencatat sedikitnya ada 5 poin sebagai catatan edukasi dan literasi keuangan yang harus dilakukan media. Pertama Perlindungan konsumen dimana kasus-kasus kejahatan ini bisa menimpa siapa saja ke semua orang. 


Editor
Halaman :
BERITA TERPOPULER
Berita Terkini
x