Menteri Filipina Luruskan Tanggapan Duterte Terkait Hubungan dengan As

[object Object]
Jumat 21 Okt 2016, 09:00 WIB
Menteri Filipina Luruskan Tanggapan Duterte Terkait Hubungan dengan As

SUKABUMIUPDATE.COM - Filipina akan mempertahankan ikatan perdagangan dan ekonomi dengan Amerika Serikat, kata Menteri perdagangan Ramon Lopez pada Jumat, sehari setelah Presiden Rodrigo Duterte mengumumkan "pemisahan" dari Washington.

Duterte mengeluarkan pernyataan itu di Beijing, tempat dia membuka jalan baru untuk yang disebutnya persekutuan baru perdagangan dengan hubungan berkurang dengan sekutu lamanya, Washington.

"Dengan itu, dalam ruangan ini, Yang Mulia, dalam ruangan ini, saya mengumumkan pemisahan saya dari Amerika Serikat," kata Duterte kepada kalangan niaga China dan Filipina di Balai Agung Rakyat.

"Baik dalam bidang militer, mungkin sosial, namun juga ekonomi," katanya.

Atase pers Kedutaan Besar AS di Manila mengatakan pada Jumat bahwa pernyataan dari Duterte itu menimbulkan "ketidakpastian, yang tidak diperlukan".

Usaha Duterte menyinggung China, beberapa bulan setelah pengadilan di Denhaag memutuskan bahwa Beijing tidak memiliki sejarah hak atas Laut China Selatan dalam perkara ajuan pemerintahan sebelumnya di Manila, menandai putar balik dalam kebijakan luar negeri sejak wali kota berusia 71 tahun itu menduduki jabatan tertinggi pada 30 Juni.

Lopez berusaha menjelaskan pernyataan Duterte itu.

"Biarkan saya meluruskan. Presiden tidak berbicara mengenai pemisahan," kata Lopez kepada CNN Filipina di Beijing.

"Dalam hal (ikatan) ekonomi, kami tidak menghentikan perdagangan dan investasi dengan Amerika. Presiden secara spesifik menyebutkan keinginannya untuk memperkuat ikatan dengan China dan wilayah ASEAN yang telah berhubungan dengan kami selama berabad-abad," katanya.

Dia mengatakan bahwa warga Filipina "rusak karena terlalu bergantung terhadap satu sisi saja".

"Namun kami pasti tidak akan menghentikan perdagangan dan investasi dengan Barat, terutama Amerika Serikat," katanya.

Ketidakjelasan Amerika Serikat memandang Manila sebagai sebuah sekutu yang penting dalam "penyeimbangan" sumber daya di Asia menghadapi meningkatnya pengaruh China. Atase pers Kedutaan Besar AS di Manila, Molly Koscina, mengatakan bahwa pernyataan Duterte itu menyebabkan ketidakpastian.

"Kami telah melihat banyak retorika bermasalah seperti ini belakangan yang penuh ketidakjelasan saat adanya hubungan yang baik antara warga Filipina dan Amerika serta catatan kerjasama penting antara kedua belah pemerintah," kata dia kepada Reuters dalam surat elektronik.

"Kami belum mendapatkan informasi dari pemerintah Filipina terkait apa yang dimaksud “pemisahan” oleh Duterte, namun hal itu menyebabkan ketidakpastian yang tidak diperlukan," katanya.

Dia juga mengatakan bahwa Amerika Serikat akan menghargai komitmen kerjasama dan kewajiban perdagangan dengan Filipina.

"Dan, tentu saja, kami mengharapkan pihak Filipina untuk melakukan hal sama," katanya.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Ash Carter mengatakan bahwa Washington berniat untuk menjaga komitmen aliansi mereka dengan pihak Filipina.

"Tentu saja, semua hubungan adalah timbal balik dan kami akan terus membicarakannya dengan lawan bicara kami dari Filipina," katanya kepada wartawan sebelum mendarat di Turki, "Itu tidak baru pada hari ini, namun itu adalah hubungan kerjasama kami dengan Filipina." Marie Banaag, asisten sekretaris dari kantor komunikasi presidensial Filipina, mendesak publik untuk menunggu garis besarnya sebelum mengartikan komentar Duterte.

"Kita tidak perlu tergesa-gesa untuk mengartikan pidato presiden karena kita harus menunggu garis bantu yang akan ditetapkan oleh dirinya, dari Departemen Urusan Luar Negeri, segera saat mereka kembali," kata dia.

Duterte mengatakan di beijing bahwa dia telah "menyelaraskan (dirinya) dengan aliran ideologis anda" dan "Amerika telah kalah saat ini".

"Mungkin saya juga akan pergi ke Rusia untuk berbicara dengan Presiden Vladimir Putin dan mengatakan kepada dirinya bahwa saat ini kami bertiga melawan dunia - China, Filipina dan Rusia," kata dia, "Itu adalah jalan satu-satunya." Menteri Keuangan Filipina Benjamin Diokno mengatakan bahwa penghangatan ikatan Filipina dengan China tidak berarti bahwa hubungannya dengan negara lain akan berkurang".

Berita Terkini