Wagub Erwan Dorong Kabupaten dan Kota di Jabar Kembangkan Wisata Ramah Muslim

Sukabumiupdate.com
Senin 13 Jul 2026, 13:41 WIB
Wagub Erwan Dorong Kabupaten dan Kota di Jabar Kembangkan Wisata Ramah Muslim

Wagub Jabar Erwan Setiawan saat peluncuran Smiling West Java-Muslim Friendly Tourism (SWJ-MFT) Award 2026. (Sumber Foto: Humas Jabar)

SUKABUMIUPDATE.comWakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mendorong pemerintah kabupaten dan kota serta pelaku usaha pariwisata untuk mengembangkan destinasi wisata ramah Muslim guna meningkatkan daya saing sektor pariwisata di Jawa Barat.

Komitmen tersebut disampaikan saat peluncuran Smiling West Java-Muslim Friendly Tourism (SWJ-MFT) Award 2026 yang dirangkaikan dengan peluncuran portal data Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional (IPKN) Jawa Barat di Masjid At-Thohir, Kota Depok, Kamis (9/7/2026).

Menurut Erwan, pengelolaan pariwisata saat ini tidak lagi dapat dilakukan dengan cara-cara konvensional. Pengembangan sektor pariwisata harus didukung data yang kuat, kebijakan yang tepat, kolaborasi lintas sektor, serta pendekatan yang inklusif.

"Pariwisata hari ini tidak bisa dikelola dengan cara yang lama, tapi harus dibangun dengan data yang kuat, kebijakan yang tepat, kolaborasi yang luas dan pendekatan yang inklusif," ujar Erwan.

Baca Juga: Jabar Pertahankan Juara Umum Anugerah Adinata Syariah 2026, Unggul di 6 Kategori

Ia mengapresiasi peluncuran SWJ-MFT Award 2026 dan portal data IPKN Jawa Barat yang dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat kualitas ekosistem wisata ramah Muslim sekaligus meningkatkan tata kelola data kepariwisataan yang terstandar dan terintegrasi.

Menurutnya, Jawa Barat memiliki modal besar untuk menjadi destinasi unggulan, mulai dari kekayaan alam, budaya, keramahan masyarakat, hingga dukungan infrastruktur yang terus berkembang.

"Jabar memiliki potensi pariwisata yang luar biasa, alam yang indah, budaya yang kaya, masyarakat yang ramah serta dukungan infrastruktur yang terus berkembang. Ini adalah modal besar yang harus dikelola dengan cerdas," paparnya.

Meski demikian, Erwan menilai potensi tersebut harus didukung sistem yang mampu mengarahkan pembangunan pariwisata secara terukur dan berkelanjutan.

Karena itu, peluncuran repositori data IPKN Jawa Barat menjadi langkah penting untuk memastikan pembangunan kepariwisataan berbasis data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Dengan data yang baik kita bisa mencanangkan dengan lebih tepat, mengendalikan program dengan lebih efektif, mengevaluasi capaian dengan lebih obyektif dan membuka luang investasi yang lebih meyakinkan," jelasnya.

Baca Juga: Jabar dan Selangor Jajaki Kerja Sama Perdagangan dan Investasi, Konferensi Digelar di Bandung

Pada SWJ-MFT Award 2026, terdapat delapan kategori penghargaan yang diperebutkan, yakni Kabupaten/Kota Pariwisata Ramah Muslim Terbaik, Hotel Ramah Muslim Terbaik, Restoran Ramah Muslim Terbaik, Daya Tarik Wisata Alam Ramah Muslim Terbaik, Daya Tarik Wisata Warisan Budaya Ramah Muslim Terbaik, Daya Tarik Wisata Buatan Ramah Muslim Terbaik, Desa Wisata Ramah Muslim Terbaik, serta Mall Ramah Muslim Terbaik.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Iendra Sofyan, mengatakan SWJ-MFT Award tidak hanya menjadi ajang penghargaan, tetapi juga sarana meningkatkan standar pelayanan wisata ramah Muslim melalui pendampingan, pelatihan, dan workshop bagi pelaku usaha pariwisata.

"Kegiatan ini bukan sekadar ajang penghargaan, namun momentum untuk meningkatkan standarisasi melalui pendampingan dan workshop pelatihan intensif terkait hospitality," ucap Iendra.

Ia menambahkan, Pemprov Jabar terus mendorong berbagai inovasi dalam pengembangan wisata ramah Muslim, termasuk peningkatan aksesibilitas destinasi, sosialisasi melalui media massa dan media sosial, serta penyusunan travel guide dan paket wisata khusus bekerja sama dengan asosiasi pariwisata.

Menurut Iendra, pengembangan wisata ramah Muslim memiliki prospek besar mengingat sekitar 97 persen penduduk Jawa Barat beragama Islam. Selain itu, Jawa Barat juga menjadi tujuan wisatawan mancanegara dari Malaysia, Singapura, hingga negara-negara Timur Tengah yang membutuhkan fasilitas dan layanan wisata yang ramah Muslim. (adv) 

Sumber: Humas Jabar

Berita Terkait
Berita Terkini