Pernah Bertani di Parungkuda Sukabumi, Amanda Cole Bangun Sayurbox untuk Bantu Petani

Pernah Bertani di Parungkuda Sukabumi, Amanda Cole Bangun Sayurbox untuk Bantu Petani

Amanda Susanti Cole, salah satu pendiri Sayurbox, pernah bertani di Parungkuda, Kabupaten Sukabumi.. (Sumber : Screenshot YouTube/@Sayurbox).

SUKABUMIUPDATE.com - Kawasan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, menjadi salah satu tempat yang mengawali perjalanan Amanda Cole dalam membangun bisnis Sayurbox, platform perdagangan hasil pertanian yang menghubungkan petani langsung dengan konsumen.

Sekitar 2015, Amanda mulai mencoba bertani di Parungkuda di kebun milik keluarganya. Dari pengalamannya berinteraksi dengan petani setempat, dia melihat persoalan dalam rantai distribusi hasil pertanian yang panjang.

Kondisi tersebut membuat petani kesulitan mendapatkan akses langsung ke pasar dan memperoleh harga yang lebih adil.

Pengalaman itu kemudian menjadi salah satu landasan Amanda dalam mengembangkan Sayurbox, perusahaan e-commerce dengan konsep farm-to-table yang menghubungkan hasil pertanian dengan konsumen.

Dikutip dari kanal YouTube Sayurbox, Amanda menjelaskan bahwa gagasan awal bisnis tersebut berangkat dari keinginannya membantu petani memperluas akses pasar.

Baca Juga: Film Anak Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua, Siap Diputar di Festival Film Eropa

"Motivasi dari Sayurbox itu untuk memberikan akses untuk petani, akses mereka ke pasar," ujar Amanda dalam wawancara tersebut.

Berawal dari Hobi Berkebun

Amanda Cole, perempuan kelahiran Jakarta, 22 Juni 1990 ini merupakan salah satu pendiri Sayurbox. Dia memiliki ketertarikan terhadap dunia pertanian sejak sebelum perusahaan tersebut didirikan.

Dalam wawancara di kanal YouTube Sayurbox, Amanda menceritakan bahwa dirinya mulai menekuni kegiatan berkebun sekitar tahun 2015. Baginya, proses menanam tanaman hingga menghasilkan panen memberikan kepuasan tersendiri.

Ketertarikan tersebut kemudian berkembang menjadi keinginan untuk membangun usaha yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga memberikan dampak bagi petani dan konsumen.

Pada 2017, Amanda bertemu dengan dua rekan yang kemudian menjadi rekan pendirinya, yakni Meta dan Rama. Mereka mengembangkan Sayurbox dengan konsep awal menyediakan sayuran yang dikirim menggunakan kotak atau box.

Seiring perkembangannya, produk yang ditawarkan tidak lagi terbatas pada sayuran. Sayurbox juga menyediakan beragam kebutuhan pangan segar, seperti buah-buahan dan daging.

Baca Juga: Ilmuwan BRIN: Super El Nino Bukan Panas Biasa, Waspada Heat Stress! Istirahat Tiap Satu Jam

Perusahaan tersebut berupaya menyediakan bahan pangan segar dan sehat sekaligus membangun hubungan yang lebih dekat antara petani dan konsumen.

Pangkas Rantai Distribusi Pertanian

Amanda menilai teknologi memiliki peran penting dalam membantu bisnis berkembang, termasuk sektor pertanian. Melalui Sayurbox, petani diajak bekerja sama sejak tahap perencanaan produksi hingga pemasaran hasil panen.

Sayurbox memberikan informasi mengenai kebutuhan pasar agar petani dapat menyesuaikan perencanaan produksi. Dengan cara tersebut, hasil panen diharapkan dapat terserap dengan lebih baik sehingga mengurangi potensi produk terbuang.

"Kita kerja bareng petani end to end. Jadi, kita kasih tahu ini market lagi butuh apa, biar kita bisa planning bareng petani," kata Amanda.

Dalam pengelolaan layanan daringnya, Sayurbox juga memanfaatkan teknologi, termasuk Amazon Web Services (AWS), untuk mendukung operasional platform.

Amanda menekankan bahwa upaya membangun rantai pasok yang lebih baik tidak hanya berkaitan dengan kesegaran produk, tetapi juga bagaimana hasil pertanian dapat sampai kepada konsumen secara efisien.

Baca Juga: BMKG Cuaca Panas di Oktober Masih Berlangsung, Di Jabar Suhu Tembus 38,5 Derajat Celsius

Menurutnya, konsumen perlu mengetahui asal bahan pangan yang mereka konsumsi. Transparansi tersebut menjadi salah satu hal yang ingin didorong melalui hubungan langsung antara petani dan pembeli.

Dorong Pemberdayaan Petani Perempuan

Selain memperluas akses pasar, Sayurbox juga menjalin kerja sama dengan sejumlah petani perempuan sebagai bagian dari upaya pemberdayaan perempuan di sektor pertanian.

Amanda memandang keberagaman sebagai hal penting dalam membangun bisnis dan menciptakan dampak sosial yang lebih luas.

Dia juga menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan sektor pertanian karena didukung kondisi alam yang subur. Namun, menurutnya, pertanian masih kerap dipandang kurang menarik, terutama jika dibandingkan dengan sektor bisnis lainnya.

Melalui Sayurbox, Amanda bersama timnya ingin mengubah pandangan tersebut sekaligus mendorong pertanian Indonesia agar semakin berkembang.

Fokus perusahaan tetap diarahkan pada penguatan ekosistem pertanian dalam negeri, termasuk membantu petani Indonesia menyalurkan hasil panen kepada konsumen di Indonesia.

Baca Juga: Kenapa Korupsi Sulit Diberantas? Survei KPK: 52 Persen Satuan Pendidikan Anggap Gratifikasi Itu Wajar

Bagi Amanda, dampak yang dihasilkan bagi petani dan konsumen menjadi salah satu alasan utama untuk terus mengembangkan Sayurbox.

Masuk Daftar Forbes 30 Under 30 Asia

Perjalanan Amanda Cole dalam membangun Sayurbox turut mendapat perhatian internasional. Pada 2019, namanya masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30 Asia untuk kategori industri, manufaktur, dan energi.

Dalam profilnya, Forbes menyoroti langkah Amanda meninggalkan pekerjaan di perusahaan untuk menekuni pertanian dan membangun platform yang membantu petani mengurangi ketergantungan pada perantara.

Forbes juga mencatat bahwa Sayurbox telah bermitra dengan ratusan pertanian, melayani puluhan ribu pelanggan, serta melakukan sekitar seribu pengiriman setiap hari pada periode yang diberitakan.

“Dengan bermitra dengan 300 pertanian, Sayurbox melayani 50.000 pelanggan dan melakukan 1.000 pengiriman per hari,” sebagaimana dikutip dari profil Forbes.

Selain itu, Sayurbox pernah memenangkan kompetisi startup Seedstars Jakarta dan memperoleh pendanaan lebih dari 2 juta dolar AS.

Baca Juga: Mitos dan Legenda Curug Bangkong Kuningan, Kisah Abah Wiria Hingga Katak Raksasa

Perjalanan Amanda menunjukkan bagaimana pengalaman langsung di sektor pertanian, termasuk ketika bertani di Parungkuda, Sukabumi, menjadi bagian dari upayanya memahami persoalan petani dan mengembangkan solusi berbasis teknologi.

Melalui Sayurbox, Amanda dan timnya berupaya memperpendek rantai distribusi, memperluas akses pasar bagi petani, serta menghadirkan bahan pangan segar yang lebih mudah dijangkau konsumen.

 

Berita Terkini