Mengenal Ade Dasep ZA, Politisi Sang Pengasuh Anak Yatim

Jumat 27 Januari 2023, 06:00 WIB
Ade Dasep Zaenal Abidin (Anggota DPRD Kab. Sukabumi F-Gerindra)

Ade Dasep Zaenal Abidin (Anggota DPRD Kab. Sukabumi F-Gerindra)

SUKABUMIUPDATE.com - Ade Dasep Zaenal Abidin, SH.I atau biasa dipanggil Mang Ade Dasep, namanya sudah tidak asing lagi bagi sebagian masyarakat Sukabumi, khususnya wilayah Cibadak dan sekitarnya. Namanya mulai melambung sejak ia mengawali jejaknya di parlemen Sukabumi pada 2014 lalu.

Saat ini, Ade Dasep ZA merupakan anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari partai yang mendaulatnya sebagai 'pejuang politik' yaitu Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Soreang itu dua kali berhasil melenggang ke Jajaway dimana ia berkantor saat ini sebagai anggota parlemen melalui Dapil 3 Kabupaten Sukabumi, yaitu Cibadak, Cikidang, Nagrak, Caringin, Cicantayan dan Cikembar. Periode pertama tahun 2014-2019 dan terpilih kembali untuk periode kedua tahun 2019-2024.

Baca Juga: Sekda: MHQ Baldatun Center Tunjang Visi Misi Kabupaten Sukabumi yang Religius

Sebagai anggota dewan, saat ini Ade Dasep duduk di Komisi II, yaitu komisi yang membidangi Pembangunan dan Lingkungan Hidup. Selain kegiatan yang sesuai dengan bidang komisinya, Ade Dasep juga sibuk dengan agenda-agenda politik yang merupakan pemenuhan janji kampanye kepada konstituten yang ada di daerah pemilihannya.

Kepada Sukabumiupdate.com, Ade Dasep yang juga menjabat sebagai anggota presidium MD KAHMI Sukabumi periode 2020-2025 itu menyampaikan bahwa terjunnya ke kancah politik bukan tanpa tujuan, menurutnya karena ia memiliki ide, gagasan dan program untuk masyarakat Sukabumi umumnya dan masyarakat dapil 3 khususnya.

"Secara umum gagasannya ialah ingin membangun masyarakat Dapil 3 Kabupaten Sukabumi ini dengan Al-Quran, serta mewujudkan masyarakat Dapil 3 yang makmur dan sejahtera," ungkap Ade .

Baca Juga: Agar Tak Hilang Tergerus Zaman, Nayor di Cibadak Sukabumi Diusulkan Miliki Pangkalan

Kemudian, mantan Korpres MD KAHMI Sukabumi tersebut menjelaskan, pada tahap implementasi dari gagasannya tersebut ia membuat program yang disebut Jum'at keliling dan santunan anak yatim. Dalam program Jum'at keliling, salah satu agendanya adalah mendorong budaya baca melalui wakaf Al-Quran dan Jum'at infaq.

"Ketika terpilih pada periode pertama, sesuai janji kampanye bapak mengimplementasikannya yaitu dengan cara menjalankan program rutinitas Jum'at keliling dan membina anak yatim," kata Ade

Sampai saat ini, ia menyampaikan setidaknya telah mewakafkan Al-Quran sebanyak 3.722 buah di 77 masjid jami yang berada di 58 desa dan 1 kelurahan yang tersebar di 6 kecamatan serta membina anak yatim yang belum baligh sebanyak 2.578 orang.

Baca Juga: Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Kutuk Aksi Bakar Al Quran Politisi Swedia

"Alhamdulillah, target bapak ketika terjuan ke kancah politik ini gagasan yang pertama kali adalah mendorong budaya baca, implemetasinya yaitu wakaf Al-Quran dan infaq. Serta membina anak yatim yang belum baligh," jelasnya.

Menurut pendiri Baldatun Center ini, pembinaan terhadap anak yatim yang dilakukan salah satunya dengan mengadakan santunan yang acaranya berbarengan dengan milad Baldatun Centre. 

"Sekarang ini memasuki tahun ke 7, setiap tanggal 7 Februari ada kegiatan puncak milad Baldatun Center, seluruh anak yatim binaan dikumpulkan untuk mengikuti perlombaan Musyabaqoh Hifdzul Quran (MHQ), dan para juaranya diberikan beasiswa pendidikan," tandasnya.

Baca Juga: Pentingnya Tawassul Rutin Bagi Ade Dasep ZA Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi

Kemudian, kata Mang Ade Dasep, pada periode kedua, program tersebut dilanjutkan dengan pogram budaya amal Al-Quran. yaitu dengan menghadirkan videotron, dimana isinya adalah konten murottal Al-Quran. Pada tahun 2022 ini setidaknya sudah ada dua videotron yang terpasang, yaitu di kecamatan Cibadak dan Cikembar.

"Menghadirkan 6 vidoetron di 6 kecamatan tiada lain adalah ikhtiar bapak mendatangkan rahmat Allah SWT di kabupaten Sukabumi," tegas Ade.

Sebelum debutnya di dunia politik praktis dimulai pada 2014, lulusan fakultas syariah IAIN Sunan Gunung Jati Bandung ini sempat menjalani profesi sebagai advokat. hal itu dijalaninya selama hampir kurang lebih 14 tahun.

Baca Juga: Bupati Sukabumi Hadiri Rakornas Kepala Daerah, Bahas Ekonomi dan Inflasi

"Saya sempat menjadi pengacara, sejak lulus dari Bandung pada 1998 saya langsung mengikuti pendidikan advokat, berjalan dari tahun 1998 sampai 2014" bebernya.

Ia menjelaskan, relevansi profesi pengacara yang ia jalani karena studi yang diambil di Bandung adalah fakultas syariah jurusan jinayah dan siyasah.

"Ya sesuai jurusan yang diambil waktu kuliah, jadi kalau dibilang sangat relevan, jurusan jinayahnya (hukum Islam) sudah pernah dijalani sebagai pengacara. Sedangkan siyasahnya (politik Islam) ya hari ini sedang dijalani sebagai politisi," tandasnya.

Baca Juga: Wabup Iyos Minta Lahan Kritis di Kabupaten Sukabumi Dihijaukan Kembali

Berbicara tentang pengalamannya saat menjadi pengacara, Ade Dasep menyebut dirinya sering terlibat pada penyelesaian kasus-kasus besar, salah satunya pernah menggugat menteri Pekerjaan Umum dan Jasa Marga terkait Pembebasan lahan tol Cikunir Junction.

"pada tahun 2006 sampai 2010 pernah memenangkan kasus perdata melawan kementerian PU dan Jasa Marga di PN Bekasi waktu itu," terangnya.

Mengenai kehidupan pribadinya, Ade Dasep yang lahir 9 April 1975 itu merupakan anak ketiga dari pasangan Muhammad Syatibi dan Endjen Hudjaenah. Ditengah keluarganya, dari keenam bersaudara, Ade Dasep merupakan satu-satunya yang oleh orang tuanya dibesarkan di lembaga pendidikan keagamaan.

Baca Juga: Sekda Dorong Peningkatan Identifikasi Korban TPPO di Kabupaten Sukabumi

Dilihat dari silsilah keluarga ayah maupun ibunya, mengalir darah tokoh agama pada diri Ade Dasep. Diketahui, sang ayah, Muhammad Syatibi merupakan keturunan dari Kiyai Ahmad bin KH. Arkasan, Sedang dari garis Ibu, Endjen Hudjaenah adalah putri dari H. Hasan Basri bin KH. Romli.

"Jadi sejak madrasah ibtidaiyah, tsanawiyah sampai madrasah aliyah bapak digembleng di yayasan pendidikan Al-marfuiyah yang ada disini, kemudian dilanjutkan di IAIN Sunan Gunung Jati Bandung," sambung Ade.

Sebagai warga asli Bantarmuncang, Sekarwangi, setelah selesai dari pendidikan perguruan tinggi di Bandung kemudian Ade Dasep kembali ke kampung halaman untuk mengamalkan ilmu yang sudah diraihnya.

Baca Juga: Survei RLI: PKS, Gerindra, dan Demokrat, Bersaing di Kota Sukabumi Jelang 2024

Saat ini Ade Dasep telah dikaruniai 4 orang anak dari pernikahannya dengan sang istri tercinta Hj. Irma Lismiati, dua diantaranya bahkan sudah berkeluarga.

Saat ditanya bagaimana dukungan keluarga terhadap kiprahnya di politik, ia menjelaskan bahwa seluruh keluarganya sangat mendukung, termasuk dalam kegiatan-kegiatan sosial yang dilakukannya.

"alhamdulillah dari keluarga prinsipnya sangat mendukung, baik dari istri maupun anak-anak, apalagi dengan kegiatan-kegiatan keummatan yang dilakukan, juga orang tua sebelum meninggal sangat menyetujui," pungkas pengagum Prabowo Subianto ini.

Baca Juga: Mengenal Kawalu Suku Baduy, Wisatawan Dilarang Berkunjung saat Upacara Ini Berlangsung

Tentang Baldatun Center

Membicarakan nama Ade Dasep dalam kaitannya sebagai pengasuh Anak Yatim tidak akan terlepas dengan nama lembaga yang ia dirikan yaitu Yayasan Baldatun Center. Baldatun yang merupakan singkatan dari "Balad Ade Dasep Siap Turun" menjadi wadah bagi program-program khususnya dalam pembinaan anak yatim.

Dengan Slogan "Makmur Yatimnya Makmur Warganya" Baldatun Center memiliki banyak kegiatan bersama anak yatim yang dibinanya. Diantaranya;

1. Ngaliwet Bareng Anak Yatim di 58 Desa dan 1 Kelurahan
2. Lebaran Anak Yatim setiap tanggal 10 Muharam
3. Fasilitas kesehatan dan pendidikan bagi seluruh anak yatim binaan Baldatun center dengan memberikan Kartu Identitas Anak (KIA)

Baca Juga: Cadel: Kenali Penyebab dan 7 Cara Menghilangkannya, Harus Rutin dan Sabar

Baldatun Center dengan fokus mencetak generasi yang memiliki akhlak Qur'ani berbasis anak yatim, saat ini tercatat sudah ada 73 anak yatim yang sudah hafal Juz 30 Al-Qur'an, ada 43 orang yang yang hafidz/hafidzah juz 29 dan juz 30, dan ada 58 orang sudah hafal 3 juz (juz 29-30). Bahkan sudah ada yang sampai 5 juz dan 10 Juz.

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Kecantikan18 April 2024, 08:00 WIB

8 Basic Skincare yang Wajib Dimiliki Pemula, Cleanser hingga Moisturizer

Inilah Basic Skincare yang Wajib Dimiliki Pemula, Ada Cleanser hingga Moisturizer.
Basic Skincare yang Wajib Dimiliki Pemula, Cleanser hingga Moisturizer  (Sumber : Freepik.com)
Life18 April 2024, 07:00 WIB

9 Kebiasaan Baik yang Bisa Membantu Meredakan Pikiran Stres

Yuk Lakukan Kebiasaan Baik yang Bisa Membantu Meredakan Pikiran Stres Berikut Ini!
Ilustrasi - Kebiasaan Baik yang Bisa Membantu Meredakan Pikiran Stres. (Sumber : pexels.com/@Leah Kelley)
Food & Travel18 April 2024, 06:00 WIB

Cara Membuat Air Rebusan Daun Pepaya untuk Menurunkan Gula Darah, Ini 6 Langkahnya!

Berikut Cara Membuat Air Rebusan Daun Pepaya untuk Menurunkan Gula Darah, Coba Ikuti 6 Langkahnya!
Ilustrasi. Daun pepaya - Manfaat Air Rebusan Daun Pepaya Bagi Kesehatan Tubuh, Bisa Menurunkan Gula Darah. | (Sumber : Pixabay.com)
Science18 April 2024, 05:00 WIB

Prakiraan Cuaca Jawa Barat 18 April 2024, Seluruh Wilayah Potensi Hujan di Siang Hari

BMKG memprakirakan sebagian kota besar di Jawa Barat mengalami hujan pada Kamis 18 April 2024.
(Foto Ilustrasi) BMKG memprakirakan sebagian kota besar di Jawa Barat mengalami hujan pada Kamis 18 April 2024.. | Foto: Freepik
DPRD Kab. Sukabumi17 April 2024, 23:20 WIB

KH. Zezen Z.A Jadi Nama Jalan, DPRD Sukabumi Bicara Regulasi Wisata Syariah di Pondok Halimun

Pemerintah Kabupaten Sukabumi resmi mengubah nama jalan Nyangkokot-Perbawati menjadi Jalan KH. Zezen Z.A pada Rabu 17 April 2024.
Bupati Sukabumi Marwan Hamami bersama Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Yudha Sukmagara saat meresmikan nama Jalan K.H. Zezen Z.A menggantikan nama Jalan Nyangkokot – Perbawati, Rabu (17/4/2024) | Foto : Ist
Sukabumi17 April 2024, 22:37 WIB

Saber Pungli OTT 2 Pelaku Pungutan Liar di Alun-alun Gadobangkong Sukabumi

Dua orang yang diduga melakukan praktik pungutan liar (Pungli) di kawasan Alun-Alun Gadobangkong Palabuhanratu, berhasil tertangkap basah oleh Unit Pemberantasan Pungli (UPP) Saber Pungli Kabupaten Sukabumi.
Alun-Alun Gadobangkong, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi | Foto : Ilyas Supendi
Sukabumi17 April 2024, 22:18 WIB

Belasan Warga Sukabumi Jadi Korban Investasi Bodong Rumah Gadai, Rugi Ratusan Juta

Puluhan warga Sukabumi mendatangi Mapolres Sukabumi Kota. Mereka mengaku menjadi korban investasi bodong rumah gadai
Belasan warga korban investasi bodong rumah gadai mendatangi Mapolres Sukabumi Kota pada Rabu (17/4/2024) | Foto : Asep Awaludin
Sehat17 April 2024, 21:00 WIB

Cara Mudah Membuat Rebusan Mengkudu untuk Menurunkan Gula Darah, Simak 4 Langkahnya

Beberapa penelitian menunjukkan potensi buah mengkudu dalam membantu mengontrol kadar gula darah.
Beberapa penelitian menunjukkan potensi buah mengkudu dalam membantu mengontrol kadar gula darah. | (Sumber : Pixabay.com)
Sukabumi17 April 2024, 20:43 WIB

Bocah 12 Tahun Tenggelam di Kolam Renang Masjid Perahu Sukabumi, Ini Kata Pemilik

Pemilik angkat bicara terkait insiden bocah 12 tahun tenggelam di Kolam Renang Masjid Perahu Cicurug Sukabumi.
Wahana wisata kolam renang Masjid Perahu Cicurug Sukabumi. (Sumber : Istimewa)
Sukabumi17 April 2024, 20:37 WIB

Nasib Pilu Ato Warga Ciracap Sukabumi: Ditinggal Istri, Urus 2 Anak Tempati Rumah Reyot

Kisah Ato (51 tahun) bersama dua anaknya, Saidah (12 tahun), dan Anwar (10 tahun) warga Desa Cikangkung, Kabupaten Sukabumi. Kini ia tinggal dirumah reyot, ia pun ditinggal sang istri.
Kndisi rumah yang ditempati Ato dan dua anaknya di Cikangkung Ciracap Kabupaten Sukabumi | Foto : Ragil Gilang