SUKABUMIUPDATE.com - Masyarakat meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi memberi perhatian khusus keberadaan pengemis dan pengamen di wilayah tersebut. Selama ini, keberadaan pengemis dan pengamen seperti menjadi pekerjaan tak terselesaikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
“Mereka selalu terjaring razia, kemudian diberikan pembinaan. Tetapi mereka kembali menjadi pengamen dan pengemis setelah dilepas petugas Satpol PP,†ungkap Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi, Yunus Suhandi, kepada sukabumiupdate.com, Senin (6/2).
Yunus mengatakan, di Kota Sukabumi masih banyak warga yang berada di bawah garis kemiskinan. DPRD, kata dia, memiliki kewajiban mengatasi kemiskinan melalui dukungan program pengentasan kemiskinan. Kendati demikian, kata dia, dirinya mengapresiasi Pemkot Sukabumi dan Satpol PP yang sudah berperan aktif dalam membina anak jalanan di bawah umur.
Tetapi dalam kondisi seperti ini Yanus berharap tidak hanya sebatas diberikan pembinaan saja, namun harus dicari solusi agar setelah dilakukanya pembinaan mereka tidak kembali lagi ke jalanan.
BACA JUGA:
26 Pengemis dan Pengamen di Kota Sukabumi Terjaring Razia
Â
Ketika Pengamen Jalanan Kota Sukabumi Peduli Keselamatan Pengguna Jalan
Â
Ki Bani, Pengamen Tertua di Kota Sukabumi
Lebih jauh Yunus berharap, Pemkot tidak hanya sebatas melakukan pembinaan tanpa solusi. Menurutnya, persoalan anak turun ke jalan tidak akan berhenti jika hanya sebatas pembinaan. "Jika di perhatikan, motivasi mereka berada di jalanan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Walaupun sebenarnya hidup di jalan itu bukan pilihan yang diinginkan, namun karena keterpaksaan dan keterbatasan lapangan kerja."
Diakuinya, sebelum menjadi Ketua DPRD, ia sempat melaukan observasi dan berdialog dengan anak jalanan. "Dari kegiatan itulah kami mengetahui kondisi dan harapan harapan mereka ke depan," tandasnya.








