SUKABUMIUPDATE.com - Pagi itu jam baru menunjuk pukul 08.30 WIB, suasana di lembah Pondok Halimun, Kecamatan Sukabumi masih nampak seperti pukul 04.00 WIB. Kabut tebal dan rerumputan masih terasa basah usai disirami hujan yang turun.
Diki Fajar (23) tahun pemuda Desa Perbawati keluar dari Pondok Sulibra bersama Mutiara Resma (20) seorang pengunjung yang ikut menginap di tempat tersebut tadi malam. Diki sengaja mengajak tamunya masuk ke dalam hutan, mencari beberapa tumbuhan yang bisa disantap untuk dijadikan menu makan siang mereka.
Sepanjang perjalanan keduanya terlihat asik berbincang, sesekali Diki menunjuk pohon-pohon dan memberitahu Mutiara bagian mana saja yang bisa dikonsumsi. Menurut Diki ini adalah bagian dari penerapan pendidikan lingkungan yang coba ia terapkan kepada pengunjung kawasan wisata alam pondok halimun.
"Selain konservasi yang bersifat menjaga lingkungan seperti tidak meninggalkan sampah, kita juga kasih tahu pengunjung soal manfaat hutan, khususnya untuk warga yang tinggal di sekitar kawasan hutan. Banyak yang bisa dimanfaatkan di dalam hutan tanpa harus merusak hutan," kepada sukabumiupdate.com, Diki bertutur.
BACA JUGA:
Nyeukeutan Hinis Jati Diri di Gunung Sabak Suta Kabupaten Sukabumi
Diki juga mengingatkan meski bisa memanfaatkan, warga juga harus sadar kawasan. Mengingat kawasan hutan utama yang ada di sini adalah kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, kita tidak bisa seenaknya keluar masuk atau melakukan kegiatan.
"Panfaatan secara langsung hanya bisa dilakukan dikawasan hutan penyangga yang biasanya dikelola Perum Perhutani, perkebunan atau hutan rakyat dan pemanfaatannya harus menganut azas lestari, di mana kita mengambil hasil hutan sesuai keperluan saja," urainya lebih jauh.
Sementara Mutiara yang tinggal dan besar di Kota Sukabumi terlihat takjub mengetahui banyak sekali manfaat yang bisa diambil dari hutan. "Hampir semua yang ada ternyata bisa dimanfaatin, tinggal gimana cara kita mengelolanya biar manfaat yang diambil tidak menyebabkan kerusakan. Kualitas manusia tergantung dari bagaimana caranya memperlakukan alam."









