SUKABUMIUPDATE.com - Selasa (10/1) malam, jenazah Mumuh (65) yang ditemukan tewas dengan banyak luka bacokan dibawa ke Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Polisi akan melakukan otopsi pada jasad petani yang ditemukan tewas bersimbah darah penuh luka di gubuk kebunnya.
Jenazah warga kampung Cilangkob RT 02/04, Desa Sidamulya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, yang diisukan sebagai “orang pintar†atau dukun ini, rencana akan diotopsi oleh tim dokter forensik Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat.
Saat tiba ti kamar jenazah BLUD Sekarwangi, Mumuh yang penuh darah mengering masih mengenakan kain sarung warna kuning dan kemeja koko merah.
Banyak luka ditubuhnya, antara lain pelipis kiri sobek senjata tajam, muka lebam diduga bekas hantaman benda tumpul, telapak tangan kiri sobek, dan jari tangan kiri putus diduga sabetan senjata tajam.
BACA JUGA:Â Ada Luka Bacok, Beredar Isu Santet di Balik Tewasnya Petani Ciemas Kabupaten Sukabumi
“Bapak tertelungkup di saung kebun ditutupi sejadah. Bapak keliatannya mau atau habis shalat, karena sudah pakai sarung dan baju koko,†ungkap anak korban, Darus (30) kepada sukabumiupdate.com, Rabu (11/1), di BLUD Sekarwangi.
Darus enggan berkomentar lebih jauh, namun pria ini mengaku jika bapaknya memang sempat diancam oleh orang karena dituduh sebagai dukun santet. “Bapak bukan dukun, tapi petani. Banyak yang datang ke rumah untuk minta tolong itu juga seringnya ditolak,†lanjut Darus.
