SUKABUMIUPDATE.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi memastikan bantuan dana alokasi khusus infrastruktur publik daerah (DAK IPD) 2017 menyusut drastis dibandingkan 2016.
"Kami menerima informasi bantuan DAK IPD 2017 hanya Rp14 miliar atau turun drastis dibandingkan tahun ini yang mencapai Rp39 miliar," kata Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Jalan dan Jembatan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi Novian Restiadi.
Menurut dia, walaupun terjadi penyusutan bantuan dari pemerintah pusat tersebut, tetapi alokasinya tetap ke jalan overlay hotmix atau peningkatan kualitas dan pemeliharaan jalan.
Pemkot juga memprioritaskan perbaikan infrastruktur drainase dan trotoar sehingga untuk tahun depan tidak hanya perbaikan jalan saja, tetapi berikut drainase. "Karena bagaimanapun juga jika kualitas aspalnya bagus tetapi tidak ditunjang fungsi drainase yang baik, maka tetap saja aspal akan cepat mengelupas apalagi pada musim hujan seperti ini," katanya.
Di sisi lain, Novian mengatakan, untuk penyerapan DAK IPD 2016 hingga saat ini sudah mencapai 90 persen digunakan untuk peningkatan kualitas dan pemeliharaan jalan serta perbaikan drainase.
Sementara itu, Wali Kota Sukabumi M Muraz menargetkan pada 2017 tidak ada lagi jalan berlubang di Kota Sukabumi khususnya jalan yang bertatus milik Pemkot. Kota Mochi ini memiliki luas wilayah lebih kurang 49 kilometer persegi dengan panjang jalan sekitar 133 kilometer.
"Kami sangat terbantu dengan adanya DAK IPD ini khususnya untuk membenahi beberapa ruas-ruas jalan yang rusak," katanya.
Â
