SUKABUMIUPDATE.COM - Ratusan jiwa dari dua kecamatan yakni Sagaranten dan Cidolog terpaksa mengungsi akibat banjir bandang yang disebabkan meluapnya sungai di dua daerah tersebut pada Rabu (9/11).
"Ada delapan kepala keluarga (KK) yang mengungsi untuk sementara ini atau sekitar 30 jiwa untuk di Kecamatan Sagaranten," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Usman Susilo kepada sukabumiupdate.com, Rabu.
Selain mengungsi, akses jalan yang menghubungkan Kecamatan Sagaranten dengan Cidolog lumpuh, dan hingga kini pihak BPBD serta relawan belum bisa menembus wilayah Kecamatan Cidolog.
"Banjir yang terjadi di Kecamatan Sagaranten akibat meluapnya Sungai Cipicung, untuk jumlah rumah yang terendam banjir masih dalam pendataan. Saat ini kami masih bertahan di Sagaranten karena akses jalan satu-satunya ke Cidolog tergenang banjir setinggi sekitar 1,5 meter," tambahnya.
Sementara, Camat Cidolog Nasrudin mengatakan, untuk wilayahnya, banjir akibat meluapnya Sungai Cidolog mengakibatkan 25 KK atau sekitar 80 jiwa mengungsi. Untuk rumah yang terendam sebanyak 25 unit, namun lima di antaranya roboh tersapu banjir bandang.
"Sementara warga mengungsi di Kantor Kecamatan Cidolog, namun belum ada informasi korban jiwa pada peristiwa ini," katanya.
Selain menghempas lima rumah, banjir tersebut juga mengakibatkan dua unit mobil yakni Toyota Avanza dan Inova hanyut, dan hilang terbawa arus Sungai Cidolog. Diduga kedua mobil tersebut masuk ke aliran sungai.Â
