SUKABUMIUPDATE.COM - Wakil Walikota Sukabumi Achmad Fahmi mengharapkan, pada 2017 setiap kelurahan memiliki satu Kampung KB (Keluarga Berencana). Kampung KB dinilai mampu meningkatkan perbaikan infrastruktur lingkungan, serta perekonomian dan kesejahteraan warga dengan cepat.
Saat ini, hingga akhir 2016, baru ada satu Kampung KB di Kota Sukabumi, yakni di RW 8, Kelurahan Lembursitu, Kecamatan Lembursitu. “Harus dimulai dari setiap daerah perbatasan antara Kota dan Kabupaten Sukabumi. Sebab ada prasyarat khusus untuk membangun Kampung KB yang nilai manfaatnya cukup besar,†ungkap Fahmi seperti ditulis dalam situs resmi Pemkot Sukabumi, Rabu (2/11).
Daerah perbatasan menjadi konsentrasi karena memiliki kebutuhan peningkatan infrastruktur lingkungan, serta perekonomian dan kesejahteraan lebih besar dibanding pusat perkotaan.
Menurut Fahmi kampung KB diharapkan sesuai dengan arahan pemerintah pusat, di mana perbatasan wilayah menjadi fokus pembangunan, agar seimbang dan setara dengan warga di perkotaan.
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Kota Sukabumi Lilis Astri Suryanita menambahkan, kampung KB dibina secara khusus oleh pemerintah daerah (Pemda) beserta instansi dan lembaga terkait lainnya. Kriteria utamanya adalah wilayah dengan jumlah Pra KS (Keluarga Sejahtera) dan KS-1 di desa atau kelurahan.
Selain itu ada acuan jumlah peserta KB di wilayah tersebut masih dibawah rata-rata pencapaian tingkat desa atau kelurahan. “Wilayah dengan kriteria tersebut kebanyakan berada di daerah perbatasan,†jelas Lilis.
Ia melanjutkan bahwa kampung KB bisa terdiri di daerah kumuh, DAS (daerah aliran sungai), bantaran kereta api (KA), kawasan miskin atau daerah kota, daerah terpencil, daerah perbatasan, kawasan industri, kawasan wisata dan daerah padat penduduk.










