SUKABUMIUPDATE.COM - Sultan Ali Sah Bana (10) bocah korban penculikan hingga saat ini masih mengalami gangguan psikis dan trauma. Siswa kelas empat Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Mangkalaya, masih belum mau bersekolah, karena selalu ingat dengan nasib rekannya M Farhan Alfaridzi yang masih belum diketemukan.
Tragisnya, hingga saat ini tidak ada penanganan komperhensif dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi kepada Sultan. Menurut pengakuan orang tua Sultan, mereka pernah didatangi petugas dari Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi, tetapi kedatangan petugas tersebut, bukan untuk menyembuhkan kejiwaan Sultan, melainkan berjanji akan membantu menemukan Farhan.
“Sampai sekerang belum ada dari Pemkab yang datang untuk mengobati trauma Sultan. Anak kami masih ketakutan walaupun sudah bisa bermain dan keluar rumah. Sultan belum mau masuk sekolah, kami khawatir mentalnya terganggu akibat penculikan,†ungkap ibunda Sultan, Nurma (27) kepada sukabumiupdate.com, Senin (17/10).
Sultan masih takut bertemu dengan pria dewasa asing yang kasar. Menurut Nurma, Sultan masih terbayang tindak kekerasan yang dilakukan oleh pelaku selama diculik dan dipaksa jadi pengemis di Cianjur.
“Sultan masih sering ngoceh sendiri, dan tidak nyenyak tidur. Ia sering tiba-tiba kembali bercerita, dihardik dengan kata kata kasar oleh pelaku selama berjalan kaki menyusuri rel kereta api dari Sukabumi menuju Cianjur,†lanjut Nurma.
Keluarga Sultan berharap ada penanganan khusus dari Pemkab agar bisa membantu menyembuhkan trauma yang dialami anaknya.Â
