SUKABUMIUPDATE.COMÂ -Â Pasca penyerangan Sekretariat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Koalisi Masyarakat Penegak Konstitusi (Kompak) oleh oknum LSM Gerakan Masyakat Bawah Indonesia (GMBI), ratusan personel Kepolisian Resort Sukabumi Kota (Polresta) disiagakan. Polisi bersenjata lengkap berjaga di dua lokasi, yaitu markas LSM Kompak dan markas LSM GMBI di Kecamatan Cibereum Kota Sukabumi.
Rabu (24/8), sore sekitar pukul 15.30 WIB Kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) LSM Kompak di Kelurahan Limusnunggal, Kecamatan Cibereum, Kota Sukabumi diserang sekelompok pria. Penyerang menggunakan berbagai senjata pemukul, mereka memecahkan seluruh kaca jendela dan mengobrak-abrik perlengkapan sekretariat yang ada di dalamnya.
“Sebelumnya ada SMS ancaman, tak kemudian lama datang sejumlah orang dengan penutup wajah dan bersenjata kayu serta tajam langsung menyerang ke markas. Beruntung anggota kami yang kebetulan ada di kantor bisa lolos,†jelas salah seorang pengurus LSM Kompak, Asep Suryana kepada sukabumiupdate.com usai terjadi penyerangan.

Tak lama setelah penyerangan, jajaran Polresta Sukabumi langsung mengamankan lokasi kejadian dengan memasang garis polisi. Pengamanan dan olah tempat kejadian perkara (TKP), dipimpin langsung oleh Kapolresta Sukabumi AKBP Rustam Mansur.Â
“Kami tidak ingin perselisihan ini meluas, jadi kita turunkan semua personel untuk berjaga di lokasi-lokasi yang berpotensi adanya pengerahan massa. Kita berharap kedua belah pihak segera bermusyawarah dan polisi siap memediasi untuk kesepakatan damai,†jelas Rustam Mansur kepada sejumlah wartawan Rabu (24/8).
Kapolresta menambahkan bahwa keduabelah pihak perlu segera bertemu, agar kasus penyerangan ini tidak berbuntut panjang, setelah sebelumnya ketua RW 14 di Kelurahan Ciandam, bernama Yana Mulyana terluka karena dibacok.Â
“Peristiwa pembacokan tidak terjadi pada saat penyerangan, tapi saat ada upaya untuk melakukan konsolidasi warga untuk bermusyawarah,†lanjutnya.
Pasca penyerangan dan pembacokan, saat ini polisi dan pemerintah daerah (Pemda) Kota Sukabumi langsung memanggil kedua belah pihak untuk bermusyawarah di markas Polresta Sukabumi.Â
“Harus segera diselesaikan agar tidak meluas. Motif perselisihannya hanya gara-gara kesalahpahaman antar kedua pengurus LSM saat mengajukan proposal pembangunan masjid ke salah satu dinas di Kota Sukabumi,†ujar Rustam.
