SUKABUMIUPDATE.COMÂ - Tokoh Pemuda Desa Jayanti, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Bayu Nugraha meminta semua pihak untuk menahan diri. Terlebih, kakak beradik asal Medan, JS (40) dan RS (26) yang diduga telah melakukan pemasangan bendera merah putih secara terbalik dan perusakan umbul-umbul, saat ini sudah diamankan pihak kepolisian.
"Saya menyayangkan kejadian tersebut jika ada unsur kesengajaan, tapi kita juga harus bertindak bijak dan bisa menahan diri jangan terbawa emosi," kata Bayu kepada sukabumiupdate.com, Senin (22/8).
Bayu menambahkan, jika dirinya secara pribadi masih ragu kalau kejadian itu ada unsur kesengajaan. Sebab dari keseharian yang diketahuinya, tidak ada hal yang mencurigakan yang mengarah ke makar.
"Yang saya tahu di keseharian mereka berdua tidak ada yang ganjil, mereka tidak mengikuti organisasi apapun, sebab saya pun sering ke bengkelnya untuk service motor," tambahnya.
Bayu berharap semua pihak bisa menahan diri jangan sampai terprovokasi dan harus bisa saling menghormati. Jangan sampai maksud baik warga, namun karena cara penyampaiannya yang kurang baik bisa menyulut keadaan yang tidak diinginkan.
"Mereka itukan pekerja kasar yang memerlukan tenaga ekstra, mungkin saja saat ditegur dalam keadaan sedang cape, sehingga jika ditegur dengan cara yang kurang santun mungkin akan tersulut emosinya," tuturnya.
Semua pihak harus menunggu hasil pemeriksaan kepolisian, jika memang ada unsur kesengajaan dan mengarah ke makar sudah tidak bisa ditolerir.
Sebelumnya, kakak beradik asal Medan, Sumatera Utara yang merupakan pemilik bengkel di Desa Jayanti, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, ditangkap anggota Polres Sukabumi karena secara sengaja memasang terbalik memasang bendera merah putih.Â
Kedua orang itu bernisial JS (40) dan RS (26) yang merupakan warga Kampung Badakputih RT 05/09, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu. Dari informasi yang dihimpun, kejadian tersebut saat warga Jayanti menegur kedua pendatang tersebut karena bendera yang mereka pasang sebelumnya, dalam posisi terbalik dengan posisi putih di atas.
Namun JS dan RS tidak terima ditegur oleh warga, keduanya malah mencabut beberapa umbul-umbul merah putih di pinggir jalan, lalu membuangnya ke selokan dekat bengkel. Warga yang melihat kejadian tersebut kembali menegurnya. Tetapi keduanya malah balik menantang warga sambil membawa batang shockbreaker.
Karena keselamatan warga terancam yang pada saat itu hanya dua orang, akhirnya kedua warga tersebut menghubungi warga lainnya, sehingga akhirnya massa pun mengeruduk bengkel RS dan JS. Beruntung aksi massa tersebut bisa dihalau polisi dari Polres Sukabumi.
