SUKABUMIUDPATE.COM - Usaha peternakan mempunyai arti penting bagi kehidupan sosial ekonomi sebagian besar masyarakat Kabupaten Sukabumi, tercatat dari 47 kecamatan yang ada, 39 kecamatan di antaranya merupakan wilayah peternakan unggas khususnya broiler/pedaging.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Harian Asosiasi Peternak Ayam Ras Indonesia (Aspari) Bayu Risnandar, saat berkunjung ke kantor sukabumiupdate.com. “Ayam broiler merupakan salah satu komoditas yang tergolong paling populer dalam dunia agribisnis peternakan di Kabupaten Sukabumi,†jelasnya Kamis (11/9).
Sampai saat ini, ayam broiler merupakan usaha peternakan yang berkembang paling menakjubkan. Sejak dikembangkan secara lebih intensif di masa awal orde baru lalu, ayam broiler telah menggeser komoditas ternak lainnya.
‘’Hitung-hitungannya sederhana saja, kalau berbicara potensi PAD dari peternakan ayam broiler, dari sekitar 8,8 juta ekor populasi ayam tahun lalu dikali 100 rupiah per ekor, ditambah dengan optimalisasi rumah potong unggas (RPU) di wilayah Parungkuda serta pelayanan kesehatan unggas bisa bernilai milyaran rupiah,‘’ imbuh Bayu.Â
Hal senada diamini oleh Yana Chefiana Kepala Sub Bidang Ekonomi Primer Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sukabumi.
‘’Di Kabupaten Sukabumi, peternakan merupakan salah satu sektor yang sangat potensial untuk dikembangkan. Dukungan wilayah daratan yang cukup luas sangat cocok untuk pengembangan ternak, utamanya ternak unggas,†terang Yana.
Lanjut Yana, selain ternak unggas ayam broiler tersebar merata di wilayah Kabupaten Sukabumi populasi ternak unggas ayam broiler terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.
“Kebutuhan ayam broiler ini merupakan kebutuhan harian masyarakat, jumlah permintaan sangat tinggi khususnya untuk pasar lokal dan pasar di kawasan Jabodetabek. Dari data BPS tahun lalu saja, populasi ayam broiler ini mencapai 8,8 juta ekor di Kabupaten Sukabumi,’’ lanjut Yana.Â
Terkait tinggi angka potensi PAD ternak unggas ayam broiler ini juga diperkuat oleh Yana yang menyebut bahwa potensi PAD tersebut bisa diraup dari pelayanan kesehatan hewan, dan cek point setiap jumlah satuan produksi ternak ayam unggas broiler, serta optimalisasi pelayanan pada Rumah Potong Unggas Parungkuda.Â
