Pengangguran dan Putus Sekolah Jadi Masalah Utama Desa Cibatu

Sabtu 24 Feb 2018, 16:47 WIB
Pengangguran dan Putus Sekolah Jadi Masalah Utama Desa Cibatu

SUKABUMIUPDATE.COM - Tingginya angka pengangguran dan putus sekolah di Desa Cibatu, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi menjadi permasalahan utama bagi desa ini, khususnya dalam pengentasan kemiskinan.

"Tidak sedikit warga yang nganggur karena sulit mendapatkan pekerjaan dan putus sekolah yang disebabkan ketidakmampuan orang tua untuk membiayai pendidikan anaknya ke jenjang yang lebih tinggi," kata Kepala Desa Cibatu, Damu Sutenri kepada sukabumiupdate.com, Senin (8/8)

Menurutnya, sebenarnya pihak desa sudah berupaya menyalurkan warganya yang belum mempunyai pekerjaan, namun tidak bisa seluruhnya. Bahkan, untuk memberikan beasiswapun dana yang dimiliki desa sangat terbatas, sehingga perlu peran dari Pemkab Sukabumi untuk membantu anak yang putus sekolah.

Adapun Dana Desa (DD) yang diberikan oleh pemerintah pusat tidak bisa seluruhnya digunakan untuk pelatihan dan beasiswa kepada setiap perorangan, karena anggaran tersebut digunakan untuk pemberdayaan masyarakat bukan perorangan.

Bahkan, untuk mengurangi pengangguran dan meningkatkan pendidikan warga di daerah ini bergotong royong untuk membuat usaha khususnya dari sektor pertanian dan membangun pendidikan anak usia dini (PAUD).

"Padahal banyak warga yang mempunyai prestasi seperti juara sepak bola mulai dari tingkat kecamatan hingga Kabupaten Sukabumi. Namun karena minimnya akses untuk bekerja dan bersekolah sehingga banyak yang menganggur," tambah Damu.

Sementara, Asda III Setda Kabupaten Sukabumi, Asep Abdul Wasit mengakui permasalahan pengangguran dan putus sekolah masih menjadi permasalahan utama hingga kini. Bahkan rata-rata lama sekolah warga Kabupaten Sukabumi baru 6,5 tahun.

Maka dari itu, salah satu upaya untuk mengentaskan pengangguran pihaknya mengarahkan warga mengikuti pelatihan tentang usaha kecil menengah (UKM) sehingga tidak mengandalkan kerja di pabrik atau perusahaan.

Selain itu, untuk menanggulangi putus sekolah, pemkab punya progam beasiswa dan pihak desa bisa mengusulkan siapa saja yang berhak mendapatkan bantuan tersebut, tapi kuncinya si anak benar-benar mau sekolah lagi. Ataupun bisa melalui progam paket bagi warga yang sudah lewat usia sekolahnya.

"Kami berupaya mengentaskan kemiskinan melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan menjadi wiraswasta," katanya.

Editor :
Berita Terkini