Soal Omnibus Law UU Ciptaker, HMI: Tidak Menjadi Alternatif Kebutuhan Hukum

Sabtu 24 Oktober 2020, 23:30 WIB

SUKABUMIUPDATE.com - Pengesahan RUU Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) menjadi UU berbuntut aksi penolakan dari berbagai kelompok masyarakat, terutama mahasiswa. Hingga saat ini, mahasiswa masih melakukan aksi demo. 

Mengapa mahasiswa menolak UU Cipta Kerja yang mencakup 11 klaster ini? apa saja alasannya? Lalu setelah rentetan aksi ini apa upaya selanjutnya? Berikut hasil diskusi dengan Ketua Umum HMI Cabang Kabupaten Sukabumi Yanggimas Anggara dalam acara Tamu Mang Koko Edisi 27 Oktober 2020 di kantor sukabumiupdate.com.

Apa sebetulnya ketentuan-ketentuan yang menjadi alasan ditolaknya Omnibus Law UU Ciptaker ini oleh mahasiswa? 

Karena memang Omnibus Law ini metode bagaimana nanti melahirkan kebijakan Undang-Undang Cipta Kerja. Ini memang tidak menjadi alternatif dari kebutuhan hukum rakyat di Indonesia.

Ada 11 klaster di Omnibus Law Ciptaker, kalau isu strategis yang mencolok bagi HMI ini apa? 

Kenapa tadi di awal tadi saya sebubutkan tidak menjadi alternatif, karena terdapat pasal-pasal yang memang tidak pro rakyat. Selain dari ketenagakerjaan, karena memang kami fokus dari awal dalam wilayah kluster pendidikan dan kebudayaan. Disini (omnibus law UU Cipta Kerja) ada komersialisasi pendidikan. Di Ayat 1 Pasal 65 ini adalah menyebutkan perizinan, jadi ini tentang legitimilasi, tentang sertifikasi dan juga tentang kualifikasi.

Perizinan mendirikan lembaga pendidikan ini harus bersifat usaha. Jadi pendidikan ini dielaborasikan dengan membuka peluang usaha, tanpa pasal itu pun sebetulnya pendidikan yang menganut undang-undang yang karakterisitiknya Civillaw ini sudah terjadi komersialisasi pendidikan.

Apalagi ditambah hari ini perizinan harus bersifat usaha, karena presiden disitu mengusulkan dan presiden memiliki cita-cita pendidikan ini masuk ke wilayah KEK atau kawasan ekonomi kreatif. Terlebih (untuk) guru, disini (Undang-Undang Cipta Kerja) tidak yang memang secara detail membahas yang menjamin bagaimana kehidupan guru (honorer). 

Yang menjadi persoalan di (Undang-Undang Cipta Kerja) kluster pendidikan dibuka selebar-lebarnya untuk pendidik asing tanpa adanya kualifikasi, sertifikasi. Jadi kalau kita melihat bagaimana sisdiknas ini dijalankan oleh pendidikan Indonesia dari guru hononer untuk menjadi guru itu kan ada tahapan-tahapan yang dilalui, dari sertifikasinya dan kualifikasinya seperti apa. Berarti hari ini tumpang tindih, kalau sekarang dibuka selebar-lebarnya untuk pendidik asing dan tanpa kualifikasi itu. Dan juga tidak ada prinsip dasar yang memperhatikan guru di Indonesia ini.

UU Ciptaker ini ada 11 klaster, apakah kemudian mahasiswa ini menolak semua klaster ini atau sebagian?

Saya ingin merunut dulu, secara prosedural ini cacat hukum. Kalau pun omnibus law ini ditolak hanya pasal-pasal yang bermasalah berarti nanti ada kesulitan ketika kita mendorong MPR dan juga kita mendorong Presiden, artinya ini harus bagaimana teknisnya. Jadi mau tidak mau karena metode omnibus law ini sudah tidak menjadi alternatif dari produk hukum yang dibutuhkan oleh negara ini, dalam artian juga bukan HMI disini mendukung mempergunakan perundang-undang yang karateristiknya civil law, tapi disini ada tidak i'tikad baik dari presiden.

UU Ciptaker ini harus dibatalkan karena memang di 11 klaster itu tidak teridentifikasi terus juga warnanya Chameleon, karakteristik UU Ciptakerja ini preseden. 

Karena tadi menolak secara keseluruhan omnibus law ini maka teman-teman himpunan ini sudah bersepakat untuk mendorong MPR untuk membuat TAP MPR, tapi ada konsekuensi dan juga ada syarat, kita terus melakukan aksi unjuk rasa dan mosi tidak percaya, karena memang nanti TAP MPR ini akan diberikan karena pertimbangan itu.

Simak diskusi selengkapnya di acara Tamu Mang Koko Edisi 24 Oktober 2020 disini.

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Berita Terkini
Game26 Februari 2024, 23:49 WIB

Cake Resume Quiz Lagi Viral, Ini Cara Bermain dan Ikuti Tesnya

Cake Resume Quiz sedang viral di media sosial. Tes ini akan mengungkapkan kepribadian dan pekerjaan apa yang cocok untuk anda. Berikut linknya.
Tampilan Utama dari Cake Resume Quiz yang Viral. Sumber Foto: Website/ooopenlab.cc
Nasional26 Februari 2024, 23:40 WIB

Sandiaga Uno Isyaratkan PPP Tak Menutup Opsi Gabung Koalisi Prabowo-Gibran

Ketua Bappilu PPP Sandiaga Uno mengaku akan sangat terhormat jika diajak membangun bangsa di Kabinet Pemerintahan yang baru.
Ketua Bappilu PPP Sandiaga Uno saat kampanye di Desa Cisande, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Jumat (29/12/2023) sore. (Sumber : SU/Ibnu)
Entertainment26 Februari 2024, 23:03 WIB

Profil dan Fakta Andryan Gama Suami dari Youtuber Nessie Judge

Youtuber Nessie Judge mengumumkan pernikahannya dengan Andryan Gama pada Minggu (25/2/2024). Hal tersebut membuat Nerrorist terkejut.
Andryan Gama dan Nessie Judge ketika Pernikahan berlangsung pada Minggu (25/2/2024) di Alila SCBD Jakarta. Sumber Foto: Instagram/@thebridestory
Sukabumi26 Februari 2024, 22:54 WIB

PLN Indonesia Power Resmikan Pondok Konservasi Penyu Hijau di Ciracap Sukabumi

Peresmian ini dalam rangka Program Keanekaragaman Hayati Konservasi Penyu Hijau dan Rehabilitasi Lingkungannya (Kopi Hideung).
Suasana saat peserta Resmikan Pondok Konservasi Pangumbahan Turtle Park di Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi. (Sumber : Istimewa)
Produk26 Februari 2024, 22:19 WIB

Harga Beras Mahal, Diskumindag Kota Sukabumi Ajak Masyarakat Beralih ke SPHP

Di tengah mahalnya harga beras premium, Diskumindag pastikan stok beras di Kota Sukabumi aman untuk satu bulan kedepan.
Gelaran operasi pasar murah Beras SPHP di Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Senin (26/2/2024). (Sumber : SU/Asep Awaludin)
Sukabumi26 Februari 2024, 21:43 WIB

Cerita Emak-emak Sukabumi Antri Demi Beras Murah, Pulang Dengan Tangan Kosong

Tingginya antusiasme warga membuat stok beras SPHP sebanyak 30 ton yang diperuntukan untuk warga Desa Karang Tengah Cibadak tidak mencukupi. Sejumlah emak-emak hanya bisa pasrah dan pulang dengan tangan kosong
Warga mengantri beras murah di Desa Karang Tengah Cibadak Sukabumi | Foto : Ibnu Sanubari
Bola26 Februari 2024, 21:00 WIB

Kembali ke Si Jalak Harupat, Mark Klok Bertekad Kembali ke Jalur Kemenangan

Kapten Persib Bandung Marc Klok berharap tuah dari Stadion Si Jalak Harupat setelah Maung Bandung resmi kembali berkandang di sana
Kapten Persib Bandung Marc Klok berharap tuah dari Stadion Si Jalak Harupat setelah Maung Bandung resmi kembali berkandang di sana | Foto: Instagram/@marcklok
Sukabumi26 Februari 2024, 20:58 WIB

12 Pelajar Sukabumi Diserahkan Ortu dan Guru ke Polisi Gegara Hendak Tawuran

Belasan siswa SMK di Sukabumi diserahkan Ortu dan Guru ke Polisi untuk dibina gegara diduga terlibat dalam rencana aksi tawuran antarpelajar.
Para siswa SMK sedang diamankan di Polsek Sukaraja Mapolres Sukabumi Kota pada Senin (26/2/2024) karena diduga hendak terlibat tawuran. (Sumber : Istimewa)
Sukabumi26 Februari 2024, 20:08 WIB

Idap Penyakit Langka, Bayi Asal Pabuaran Sukabumi Dibawa Ke RS Bunut

Bayi penderita penyakit langka, Muhamad Ismail Ishak (3 bulan) anak kedua dari pasangan suami istri Ejen (52 tahun) dengan Yuyun (46 tahun) asal Kecamatan Pabuaran Kabupaten Sukabumi segera ditangani.
Kemensos RI Phala Martha bersama Forkopimcam di Puskesmas Pabuaran mendampingi Balita yang idap penyakit langka | Foto : Ragil Gilang
Food & Travel26 Februari 2024, 19:30 WIB

4 Tempat Wisata Dekat Stasiun Cianjur, Rekreasi Sambil Naik Kereta

Inilah beberapa tempat wisata dekat Stasiun Cianjur yang memungkinkan pengunjung bisa berwisata naik kereta sekaligus berkunjung ke tempat rekreasi
Inilah beberapa tempat wisata dekat Stasiun Cianjur yang memungkinkan pengunjung bisa berwisata naik kereta sekaligus berkunjung ke tempat rekreasi (Sumber : via kereta-api.info)