Tawuran di Simpenan Satu Pelajar Dibacok Celurit, 9 Diamankan Polisi
Aksi tawuran antarpelajar kembali mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Sukabumi. Bentrokan yang terjadi di kawasan Loji, Kecamatan Simpenan, Selasa (16/6/2026) sore,
Aksi tawuran antarpelajar kembali mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Sukabumi. Bentrokan yang terjadi di kawasan Loji, Kecamatan Simpenan, Selasa (16/6/2026) sore,
Sebanyak 11 pelajar tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Sukabumi harus menjalani pembinaan di Pondok Pesantren Dzikir Al Fath
Dua remaja menjadi korban sabetan senjata tajam (sajam) dalam tawuran pelajar yang tejadi Jalan Otto Iskandardinata, Citamiang, Kota Sukabumi pada Senin (15/9/2025)
Dua remaja mengalami luka-luka akibat tawuran pelajar di Jalan Otista Sukabumi. Satu korban masih dirawat di RSUD R. Syamsudin SH akibat sabetan senjata tajam.
Dari Provokasi Digital ke Kekerasan Fisik, Mengungkap Fenomena Tawuran Pelajar di Sukabumi yang Berhubungan dengan Peran Media Sosial.
Tawuran adalah cara mempertahankan marwah dan harga diri sekolah.
Di tahun 2024 ini ada beberapa aksi tawuran pelajar yang terjadi di Kota dan Kabupaten Sukabumi.
Kejadian diawali unggahan di medsos bernarasi ajakan berkelahi.
M menyebut sekitar enam pelajar bersenjata golok panjang dan besi ditangkap.
Tawuran pelajar ini berhasil dibubarkan oleh warga setempat.
Keributan ini kemudian viral setelah direkam dan dibagikan oleh warganet di media sosial, bahkan terlihat ada pelajar yang membawa celurit.
Sebuah video viral di media sosial aksi tawuran antar kelompok pelajar dengan menggunakan senjata tajam, diduga berlokasi di Jalan Patuguran, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.
Aksi tawuran antarpelajar kembali terjadi. Akibatnya satu orang luka serius pada bagian kepala dan punggung akibat terkena sabetan benda tajam. Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengaku prihatin terjadinya aksi tersebut.
Kedua kelompok pelajar datang dengan jumlah orang yang melebihi kesepakatan.
Seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Sukaraja berinisial MFM (14 tahun) jadi korban pembacokan di Ruas Jalan Cimuncang Kabupaten Sukabumi. Sembilan orang pelajar diamankan.
Penangkapan dilakukan Tim Patroli Presisi saat melakukan penyisiran di sekitar lokasi.
Kedua kelompok ini membuat janji tawuran di grup WhatsApp.
Aksi baku hantam pelajar SMP ini direkam oleh warga di Perumahan Kandara.
Kapolres Sukabumi AKBP Maruly Pardede mengatakan penangkapan berawal dari video ulah remaja ini yang viral di aplikasi TikTok.
Polisi menginterogasi salah satu siswa dan diperoleh informasi mereka akan duel satu lawan satu dengan siswa salah satu MTs di Kota Sukabumi.