Tabebuya Bermekaran bak Sakura, Wajah Kota Sukabumi Mendadak Cantik di Musim Kemarau
Pohon Tabebuya bermekaran menghiasi ruas jalan utama Kota Sukabumi di awal September 2026. DPUTR pastikan penataan RTH terus berlanjut.
Pohon Tabebuya bermekaran menghiasi ruas jalan utama Kota Sukabumi di awal September 2026. DPUTR pastikan penataan RTH terus berlanjut.
Ketika curah hujan berkurang dalam waktu yang cukup lama, ketersediaan air di beberapa wilayah juga dapat ikut menurun. Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa air perlu digunakan dengan bijak.
Masyarakat bergiliran menggunakan pompa untuk mengalirkan air dari sungai kecil.
Meski musim kemarau tidak secara langsung menyebabkan penyakit, lingkungan yang lebih kering dan kualitas udara yang menurun dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai gangguan kesehatan.
BP Mektan Jabar mengoptimalkan program pompanisasi dengan menyalurkan 75 unit pompa di Kabupaten Cirebon untuk membantu petani menjaga pasokan air irigasi selama musim kemarau.
Sebagian besar atau 56 persen wilayah Jawa Barat terpantau mengalami hari tanpa hujan alias kekeringan dengan kategori menengah (antara 1-20 hari) selama dasarian pertama Juli 2026.
Menghemat air tidak hanya dilakukan ketika sumur sudah mengering namun harus muali dari persediaan air masih banyak
Khusus di Kabupaten Sukabumi, sebagian besar wilayah telah memasuki musim kemarau. Namun, berdasarkan pembaruan Dasarian III Juni 2026, sebagian kecil wilayah di bagian barat Sukabumi masih berada pada musim hujan.
Debit air Bendungan Sungai Ciletuh di Sukabumi mulai menurun dan keruh saat musim kemarau. Warga khawatir pasokan air untuk pertanian dan kebutuhan rumah tangga terganggu.
Dinkes Jawa Barat mengingatkan masyarakat mewaspadai diare, ISPA, dehidrasi, dan malnutrisi selama musim kemarau 2026 yang diprediksi lebih kering dan panjang dari biasanya.
BMKG mengeluarkan prediksi terkait musim kemarau 2026 dan peluang El Nino,
BPBD Kabupaten Sukabumi memastikan belum ada wilayah terdampak kekeringan hingga pertengahan Juni 2026. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada menghadapi musim kemarau dan potensi karhutla.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 waktunya panjang dan lebih kering.
Waspada! Sebagian Besar Wilayah Indonesia Diprediksi Alami Kemarau Lebih Awal pada 2026.