4 Hektare Lahan Terbakar, Dampak Karhutla di Citepus Sukabumi
Api berhasil dipadamkan setelah petugas bersama pemerintah desa dan warga melakukan penanganan di lokasi.
Api berhasil dipadamkan setelah petugas bersama pemerintah desa dan warga melakukan penanganan di lokasi.
Penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui.
Kebakaran menghanguskan 2 hektare lahan alang-alang di Kampung Ciranji, Desa Sampora, Cikidang Sukabumi pada Minggu (20/9/2026) malam.
Kebakaran menghanguskan 700 meter persegi lahan Perhutani di Cidadap Sukabumi pada Sabtu (5/9/2026) malam. Api diduga dari ulah oknum tangan jail.
Kebakaran lahan 4 hektare melanda kebun jati Desa Cidadap Simpenan Sukabumi. Api berjarak 200 meter dari rumah warga, diduga akibat ulah oknum jahil.
Karhutla di Desa Sangrawayang Simpenan Sukabumi hanguskan 9 hektare lahan. Hingga Rabu malam api belum padam dan berjarak 1 km dari rumah warga.
Kebakaran melanda kurang lebih 5 hektare lahan alang-alang di Tamanjaya Ciemas Sukabumi (1/9/2026). Petugas gabungan berhasil memadamkan api usai pasokan air diambil dari Sungai Ciletuh.
Update kebakaran lahan HGU di Cijulang Jampangtengah Sukabumi. P2BK duga ada unsur kesengajaan pembakaran liar, api hingga Rabu (26/8/2026) malam masih belum padam.
Kebakaran lahan kering seluas 2 hektare terjadi di Ciambar Sukabumi. Api nyaris merambat ke permukiman warga sebelum berhasil dikendalikan Damkar.
“Berdasarkan informasi dari warga sekitar, telah terjadi kebakaran ladang warga dan hutan bambu yang menyebabkan api meluas sekitar 4 hektare,” ujar Yogi Regina kepada sukabumiupda
Kondisi lahan yang kering membuat api berpotensi cepat merambat ke bagian lainnya.
Karhutla melanda 18 hektare lahan Perum Perhutani di Jampangtengah, Sukabumi. Api yang diduga dipicu pembakaran masih berkobar hingga Minggu (9/8/2026) dan berpotensi merembet ke kawasan lainnya.
Kobaran api dengan cepat membakar tanaman kering. Warga yang melihat api terus membesar dan kebakaran melaporkan kejadian tersebut ke Pos Damkar Ciemas.
Upaya pemadaman oleh Damkar Sukabumi menghadapi kendala cukup berat karena lokasi kebakaran berada di kawasan perbukitan yang curam dan sulit dijangkau kendaraan maupun personel.
Faktor cuaca panas dan angin kencang dianggap membuat kobaran api cepat meluas.
Kebajaran bukit di jalur Loji–Geopark Ciletuh, Simpenan Sukabumi, hingga Jumat tengah malam belum berhasil dipadamkan. Sekitar 10 hektare lahan terbakar dan petugas masih bersiaga mencegah api meluas.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan kaki Gunung Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Rabu (27/8/2025) sekitar pukul 18.10 WIB.
Terbaru, Senin (2/10/2023) hutan di lereng Gunung Salak di kawasan Girijaya Cidahu Kabupaten Sukabumi terbakar.
arga Cidahu menyebut api dan asap tebal membumbung tinggi dari hutan di lereng gunung salak di sekitar pos 1 jalur cidadap.
Kobaran api kembali terlihat di Gunung Jayanti Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi, Jumat (22/9/2023) malam. Total sudah 2 hektare lahan terbakar dalam kejadian ini.