Antisipasi Dini Virus Nipah, Dinkes Kota Sukabumi Perkuat Edukasi PHBS
Antisipasi virus Nipah, Dinkes Kota Sukabumi memperkuat edukasi PHBS meski belum ada kasus. Masyarakat diimbau tetap waspada dan hidup sehat.
Antisipasi virus Nipah, Dinkes Kota Sukabumi memperkuat edukasi PHBS meski belum ada kasus. Masyarakat diimbau tetap waspada dan hidup sehat.
Berdasarkan Pengumuman Nomor: Um-24/Pan-JPT/SMI/2025, yang dipublikaskan di portal Pemkot Sukabumi, terdapat empat nama yang mengikuti tahapan wawancara
Rini kini menjadi Staf Ahli Wali Kota Sukabumi Bidang Kemasyarakatan dan SDM.
SERIBU menawarkan sepuluh kegiatan strategis yang menyasar perbaikan layanan kesehatan ibu.
Reni menjelaskan langkah-langkah edukatif dan preventif Dinkes Kota Sukabumi.
Tujuannya adalah untuk menjamin ketersediaan, keamanan, efektivitas, dan efisiensi penggunaan obat serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
CKG menjadi cikal bakal SAAT CEPAT untuk memperkuat sumber daya manusia.
Tujuh pejabat Dinkes Kota Sukabumi mengikuti program Nyaah ka Indung.
Terdapat 443 orang yang mendapatkan pelayan kesehatan.
Berdasarkan jenis penyakit, hipertensi mendominasi dengan 49 orang.
Dinkes menyiapkan tenaga medis yang siap menangani kondisi darurat.
Reni meminta masyarakat untuk menjaga kesehatan selama perjalanan mudik.
Ada satu target yang belum tercapai yakni deteksi dini penyakit menular.
Seluruh capaian ini didasarkan pada perjanjian kinerja yang disampaikan kepada kepala daerah.
Kegiatan ini menjadi momentum berbagi kepada sesama di bulan suci.
Perencanaan program kerja Dinkes tahun 2026 didasarkan pada 8 misi Asta Cita.
Warga Kota Sukabumi dapat mengikuti program CKG mulai Senin sekarang.
Reni mengatakan CKG dilaksanakan serentak di 15 puskesmas.
Jumat 7 Februari 2025, Kusmana Hartadji bersilaturahmi ke Dinas Kesehatan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Sukabumi.
IAKMI dan Dinkes menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis pasca-bencana.