Keluarga Ikhlas, Pencarian Anak SD Terseret Banjir di Sukabumi Dihentikan
Pencarian resmi ditutup Muspika Cisaat, Kabupaten Sukabumi, setelah operasi lanjutan selama empat hari rampung dilakukan.
Pencarian resmi ditutup Muspika Cisaat, Kabupaten Sukabumi, setelah operasi lanjutan selama empat hari rampung dilakukan.
Banjir lumpur itu membawa lumpur, pasir, dan material bebatuan. Warga setempat menuding banjir ini disebabkan proyek pembangunan perumahan.
Pencarian pada Kamis (20/10/2022) dimulai dari lokasi hanyutnya N sampai wilayah Pasar Sabtu Lembursitu, Kota Sukabumi, dengan menyusuri Sungai Cipelang.
Selama 7 hari pencarian, hanya ditemukan celana merah yang diyakini pihak keluarga milik korban.
Menurut Bupati Marwan, saat ini Kabupaten Sukabumi tengah menghadapi kondisi siaga bencana.
Bencana banjir yang terjadi di Nigeria menewaskan lebih dari 600 orang dan dilaporkan menjadi banjir terburuk sejak 10 tahun lalu.
Perempuan berkerudung hitam ini sesekali berdiri dan melihat kondisi sekitar Sungai Cipelang, bahkan menyusuri pinggiran sungai tersebut.
Insiden yang dialami Anak itu terjadi pada Rabu, 12 Oktober 2022. Dia hanyut terseret Banjir dan tenggelam setelah terjeblos masuk ke selokan yang saat itu tengah meluap di sebuah Perum di Kabupaten Sukabumi.