SUKABUMIUPDATE.com - Sensasi memancing di tengah laut Teluk Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menjadi magnet tersendiri bagi para angler. Aktivitas memancing di atas badong ini terbilang sangat terjangkau, dengan tarif mulai dari Rp100 ribu per orang.
Tidak hanya memikat warga lokal, daya tarik wisata mancing ini juga menyedot perhatian para penghobi dari berbagai daerah, seperti Bogor, Jakarta, Bandung, hingga Cirebon.
Ibud Wahyudi, selaku angler badong Palabuhanratu, mengatakan aktivitas memancing di badong mengalami peningkatan signifikan sejak 2020 hingga 2026. Hal itu terlihat dari semakin banyaknya badong yang beroperasi untuk melayani para pemancing.
“Perkembangan aktivitas mancing di badong dari tahun 2020 sampai 2026 ini mengalami peningkatan yang signifikan. Semula hanya beberapa badong yang beroperasi, sekarang kurang lebih ada 20 badong di daerah Palabuhanratu,” ujar Ibud, pada sukabumiupdate.com, Jumat (23/10/2026).
Baca Juga: Dilema Nelayan Sukabumi di Tengah Larangan Total Ekspor BBL dan Minimnya Fasilitas Budidaya
Sejumlah badong yang telah lama beroperasi di antaranya Bahari 1, 2, dan 3, Lato-Lato 1, 2, dan 3, Dena Fishing, Kujang Fishing, Doa Ibu, serta Faus Fishing. Seiring meningkatnya minat masyarakat, pengelola badong baru pun terus bermunculan.
Menurut Ibud, peminat mancing di badong terus berdatangan setiap pekan. Tak sedikit pemancing dari luar Sukabumi yang sengaja datang untuk merasakan pengalaman memancing di perairan Teluk Palabuhanratu.
"Para pemancing bukan hanya daerah sukabumi yang datang tapi dari luar daerah Sukabumi pun seperti Bogor, Jakarta, Bandung, Cirebon pun kerap datang untuk mancing ke badong di Pelabuhanratu," kata dia.
Salah satu daya tarik mancing di badong adalah tarifnya yang relatif terjangkau. Harga yang ditawarkan berkisar Rp100 ribu hingga Rp120 ribu per orang, tergantung pengelola dan fasilitas yang disediakan.
Baca Juga: Kisah Eyang Jampang Manggung di Balik Pesona Curug Cijampang
Dengan tarif mulai Rp100 ribu, pemancing sudah mendapatkan fasilitas antar-jemput menggunakan kapal diesel, makan malam, hingga kesempatan memancing di badong.
“Tarif mancing di badong relatif terjangkau. Untuk tarif Rp100 ribu sudah termasuk antar-jemput menggunakan kapal diesel, makan malam, mancing di badong, dan ada juga yang karaoke,” kata Ibud.
Fasilitas tersebut membuat aktivitas ini dapat dinikmati oleh pemancing pemula maupun mereka yang sudah berpengalaman. Selain menyalurkan hobi, para pemancing juga bisa menikmati suasana laut bersama rekan-rekan.
Selain pengalaman memancing di laut, kata Ibud, beragam jenis ikan menjadi daya tarik bagi para angler. Jenis tangkapan yang diperoleh bergantung pada musim dan kondisi perairan.
Baca Juga: Mobil Polwan Dibobol Maling di Jalan Bhayangkara Sukabumi, Rp14 Juta dan 200 Dolar AS Raib
Ibud menyebut sejumlah ikan yang biasa didapatkan pemancing di perairan Palabuhanratu, mulai dari ikan layur, tenggiri, selayang, eteman, borolok, lemadang, marlin, walang keke, hingga banyar.
Tak hanya ikan, pemancing juga berpeluang mendapatkan cumi-cumi berukuran kecil maupun cumi merah berukuran besar.
“Ikan yang biasanya didapat para angler di antaranya layur, tenggiri, selayang, eteman, borolok, lemadang, marlin, walang keke, dan banyar. Untuk ikan layur relatif selalu ada tanpa mengenal musim,” ungkapnya.
Meski begitu, Menurutnya, hasil tangkapan tidak selalu sama setiap kali melaut. Faktor musim dan kondisi perairan turut memengaruhi jenis ikan yang diperoleh.
Meningkatnya aktivitas mancing di badong juga dinilai memiliki potensi untuk mendukung sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat di sekitar Teluk Palabuhanratu.
Baca Juga: Di Kota Sukabumi Jumlahnya Ada 9 Orang pada 2025, Ini Kisah Pengemis Tajir
Kedatangan pemancing dari berbagai daerah membuka peluang pendapatan bagi pengelola badong dan masyarakat yang terlibat dalam aktivitas pendukungnya, khususnya nelayan.
Dia berharap aktivitas mancing di badong terus berkembang dan semakin dikenal sebagai salah satu pilihan wisata bahari di Palabuhanratu.
“Mancing di badong sangat berpotensi mendukung pariwisata dan perekonomian masyarakat. Dengan banyaknya pemancing yang datang dari berbagai daerah, kegiatan ini bisa menghadirkan pendapatan bagi masyarakat sekitar, terutama nelayan badong,” tandasnya.
















