Catat Waktunya! Pemeliharaan Reservoir Perumdam TJM Sukabumi Ganggu Pasokan Air di Kalapanunggal dan Bojonggenteng

Catat Waktunya! Pemeliharaan Reservoir Perumdam TJM Sukabumi Ganggu Pasokan Air di Kalapanunggal dan Bojonggenteng

Ilustrasi pasokan air terhenti. (Sumber : pexels.com/@Luis Quintero).

SUKABUMIUPDATE.com - Pelanggan Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri (TJM) Cabang Kalapanunggal dan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, diimbau untuk segera menampung persediaan air bersih.

Pasalnya, Perumda TJM dijadwalkan bakal melakukan pengurasan rutin reservoir di WTP Nangerang dan Reservoir Citiis pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Kepala Cabang Perumda TJM Kalapanunggal, Tedy Sutady, menjelaskan bahwa proses pemeliharaan berkala ini akan berdampak pada penghentian sementara pasokan air minum ke seluruh pelanggan di dua wilayah pelayanan tersebut.

Aliran air tersebut diperkirakan terhenti sementara selama proses pengurasan karena Kalapanunggal dan Bojonggenteng menggunakan sumber air yang sama.

“Karena itu satu sumber, Kalapanunggal dan Bojonggenteng. Jadi pasti mati, berarti semuanya,” kata Tedy kepada sukabumiupdate.com, Senin (12/10/2026).

Baca Juga: Niat Emak-Emak Tambal Jalan Berujung Licin, 15 Pemotor Tergelincir di Lio Santa Sukabumi

Menurutnya, pengurasan reservoir merupakan kegiatan rutin untuk menjaga kualitas air yang didistribusikan kepada pelanggan. Pekerjaan ini diperlukan untuk membersihkan endapan yang terkumpul di dalam reservoir, terutama setelah hujan ketika material sedimen dari sumber air cenderung meningkat.

Pemeliharaan Reservoir Perumdam TJM, Pasokan Air di Kalapanunggal dan Bojonggenteng Terdampak.Pemeliharaan Reservoir Perumdam TJM, Pasokan Air di Kalapanunggal dan Bojonggenteng Terdampak..

“Kalau tidak dibersihkan, endapannya bisa semakin banyak. Apalagi kalau sumber airnya dangkal dan membawa lumpur, air bisa menjadi lebih keruh,” ujarnya.

Meski air telah melalui proses pengolahan di instalasi pengolahan air (WTP), pembersihan reservoir tetap perlu dilakukan secara berkala untuk menjaga kualitas air sebelum didistribusikan kepada pelanggan.

Tedy menjelaskan, pekerjaan dijadwalkan mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB. Namun, waktu tersebut merupakan perkiraan maksimal yang disiapkan untuk pelaksanaan pekerjaan. Jika prosesnya berjalan lancar, pengurasan diharapkan dapat selesai lebih cepat.

Baca Juga: Update Perkelahian di Cireunghas Sukabumi: 3 Pria Luka Serius, Salah Satunya Alami Putus Jari

“Biasanya kalau lancar, bisa selesai sekitar jam 12.00 atau 13.00. Tapi kami tetap memperkirakan sampai jam 17.00 untuk mengantisipasi kalau ada kendala,” jelasnya.

Pihak cabang, lanjut Tedy, telah menyampaikan informasi mengenai pengurasan tersebut kepada pelanggan sejak Jumat atau Sabtu. Pelanggan diimbau menampung air sebelum pekerjaan dimulai agar kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi selama aliran terhenti.

Setelah pengurasan selesai, distribusi air juga belum tentu langsung kembali normal di seluruh wilayah. Menurut Tedy, udara yang terperangkap di dalam pipa dapat menghambat aliran air menuju pelanggan. Karena itu, petugas akan membuka titik-titik wash out atau pembuangan air pada jalur distribusi untuk membantu mengeluarkan udara dari dalam pipa.

Proses pemulihan aliran tersebut berpotensi membutuhkan waktu lebih lama di wilayah Bojonggenteng. Pasalnya, jalur distribusi dari Kalapanunggal menuju Bojonggenteng cukup panjang.

Baca Juga: Petani Penggarap Gelar Aksi, Minta Pembangunan Yonif 345 di Sukabumi Dihentikan

“Kalau Bojonggenteng, jalurnya cukup panjang dari Kalapanunggal. Jadi setelah pekerjaan selesai, kami juga harus memastikan udara di dalam pipa keluar supaya air bisa kembali mengalir,” ungkapnya.

Tedy berharap pekerjaan pengurasan berjalan lancar sehingga gangguan pelayanan dapat diminimalkan dan distribusi air kepada pelanggan kembali normal setelah proses pembersihan serta pemulihan jaringan selesai.

“Kami berharap semuanya berjalan lancar. Kami juga mengimbau pelanggan menyiapkan air terlebih dahulu sebelum pekerjaan dimulai,” pungkasnya. (adv)

 

Berita Terkini