Bakso Berlakban Hitam Gegerkan Lapas Sukabumi, Ternyata Isinya Sabu

Sukabumiupdate.com
Senin 22 Jun 2026, 21:25 WIB
Bakso Berlakban Hitam Gegerkan Lapas Sukabumi, Ternyata Isinya Sabu

Bakso berlakban hitam berisi sabu yang diselundupkan ke Lapas Kelas IIB Sukabumi. (Sumber Foto: Dok. Lapas Kelas IIB Sukabumi)

SUKABUMIUPDATE.com - Sebuah bungkusan berisi bakso yang dililit lakban hitam menggegerkan petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi, Senin (22/6/2026) dini hari.

Setelah diperiksa, bakso tersebut ternyata menyimpan narkotika jenis sabu yang diduga hendak diselundupkan ke dalam lapas.

Peristiwa itu bermula sekitar pukul 04.23 WIB saat kamera pengawas (CCTV) merekam sebuah benda mencurigakan masuk ke area dalam lapas. Pada saat itu petugas belum mengetahui secara pasti bentuk maupun isi benda yang terlihat jatuh dari arah luar tembok lapas tersebut.

Sekitar 15 menit kemudian, tepatnya pukul 04.38 WIB, petugas pengamanan yang sedang melaksanakan kontrol rutin menemukan sebuah bungkusan mencurigakan di area dalam lapas. Letaknya yang tidak wajar membuat petugas segera mengamankan barang tersebut untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga: Demo BEM Nusantara Sukabumi Sempat Diwarnai Bakar Ban, Bubar usai Menunggu Bupati hingga Magrib

Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi, Budi Hardiono, mengatakan temuan itu berawal dari kewaspadaan petugas yang curiga terhadap barang yang ditemukan saat patroli rutin.

"Kecurigaan petugas muncul karena bentuk dan lokasi barang tersebut dinilai tidak wajar sehingga segera diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Budi dalam keterangan tertulisnya kepada sukabumiupdate.com, Senin malam (22/6/2026).

Saat bungkusan dibuka, petugas menemukan sebuah bakso yang dibalut lakban hitam. Namun setelah dilakukan pemeriksaan lebih teliti, di dalam bakso tersebut ditemukan plastik klip berisi kristal putih yang diduga narkotika jenis sabu.

"Setelah dilakukan pemeriksaan secara teliti, di dalam bakso tersebut ditemukan plastik klip berisi kristal putih yang diduga merupakan narkotika jenis sabu," ujarnya.

Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada Kalapas. Menindaklanjuti laporan itu, Budi memerintahkan jajarannya untuk mengamankan lokasi penemuan, mendokumentasikan barang bukti serta berkoordinasi dengan aparat penegak hukum.

Baca Juga: Dicopot dari Kades Babakanjaya, Ence Benno akan Mengadu ke KDM hingga PTUN

Tidak lama kemudian, personel Satuan Reserse Narkoba Polres Sukabumi Kota mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara dan identifikasi barang bukti. Berdasarkan hasil pengecekan awal, kristal putih yang ditemukan dipastikan merupakan sabu dengan berat sekitar satu gram.

"Barang tersebut merupakan narkotika jenis sabu dengan berat sekitar satu gram dan diduga kuat sengaja dilempar dari luar tembok lapas sebagai upaya memasukkan narkoba ke dalam lingkungan pemasyarakatan," jelas Budi.

Barang bukti selanjutnya diserahkan kepada Polres Sukabumi Kota untuk kepentingan penyidikan dan pengembangan kasus. Sementara itu, petugas masih melakukan penelusuran terkait identitas pelaku yang diduga melemparkan bungkusan tersebut dari luar lapas.

Berdasarkan hasil penelusuran sementara, rekaman CCTV menunjukkan adanya benda yang masuk ke area lapas pada pukul 04.23 WIB. Namun hingga kini belum ditemukan petunjuk yang mengarah pada pelaku pelemparan.

Budi menegaskan, keberhasilan menggagalkan upaya penyelundupan tersebut menjadi bukti bahwa pengawasan yang dilakukan petugas berjalan efektif meski modus yang digunakan terus berkembang.

"Modus penyelundupan narkoba terus berkembang dan semakin beragam. Namun kami memastikan bahwa seluruh jajaran tetap waspada dan tidak memberikan ruang sedikit pun bagi peredaran narkoba di dalam lapas," tegasnya.

Menurutnya, temuan tersebut sekaligus membuktikan komitmen Lapas Sukabumi dalam memberantas peredaran narkoba di lingkungan pemasyarakatan.

"Temuan ini menjadi bukti bahwa pengawasan berjalan efektif dan komitmen pemberantasan narkoba terus kami perkuat," ungkap Budi.

Ia menambahkan, keberhasilan pengungkapan kasus tersebut merupakan bagian dari komitmen LABUMI BERSINAR (Lapas Sukabumi Bersih dari Narkoba) yang selama ini dijalankan. Selain itu, pihaknya juga terus memperkuat pengawasan melalui razia rutin dan kerja sama dengan kepolisian maupun Badan Narkotika Nasional (BNN).

"Kami akan terus meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum agar setiap upaya penyelundupan maupun peredaran narkoba dapat dideteksi dan ditindak secara cepat," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terkini