Terkendala Cuaca, Pencarian Hari Ketiga Tobi di Muara Cipanarikan Sukabumi Masih Nihil

Sukabumiupdate.com
Senin 22 Jun 2026, 19:33 WIB
Terkendala Cuaca, Pencarian Hari Ketiga Tobi di Muara Cipanarikan Sukabumi Masih Nihil

Tim SAR pencarian Tobi Efendi di Pantai Cibuaya, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi. (Sumber Foto: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com - Operasi pencarian terhadap satu korban tenggelam di kawasan Muara Cipanarikan, Pantai Pasir Putih, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, memasuki hari ketiga pada Senin (22/6/2026).

Hingga menjelang petang, tim SAR gabungan belum berhasil menemukan keberadaan korban akibat terkendala cuaca buruk di laut selatan.

Korban yang masih dalam proses pencarian tersebut adalah seorang bocah laki-laki bernama Tobi Efendi (12), warga Kompleks Villa Bogor Indah, Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

Tobi sebelumnya dilaporkan hilang terseret ombak besar bersama ayahnya saat tengah berenang di kawasan muara yang masuk dalam area Konservasi Penyu Pangumbahan tersebut pada Jumat (19/6/2026).

Sementara itu, ayah kandung korban, Ahmad Efendi (36), telah lebih dulu ditemukan oleh tim SAR dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (20/6/2026) pagi sekitar pukul 08.40 WIB. Jasad sang ayah ditemukan mengambang di laut dengan radius jarak sekitar 200 meter dari titik awal lokasi kejadian.

Baca Juga: Ayah Ditemukan di Pantai Pasir Putih Sukabumi, Korban Anak Warga Bogor Masih Dalam Pencarian

Komandan Pos TNI AL Ujunggenteng, Lettu Laut (P) Andri Kurniawan, menjelaskan bahwa seluruh personel gabungan terus dikerahkan secara maksimal di lapangan. Namun, operasi penyelamatan pada hari ketiga ini menghadapi tantangan alam yang cukup berat di sekitar pesisir pantai.

"Hingga hari ini, korban atas nama Tobi Efendi masih dalam pencarian intensif tim gabungan. Kendala utama yang dihadapi oleh tim di lapangan adalah embusan angin yang sangat kencang serta gelombang ombak yang cukup besar di perairan selatan," ujar Andri kepada sukabumiupdate.com, Senin (22/6/2026).

Demi mengoptimalkan penyisiran, area pencarian kini telah diperluas oleh tim gabungan. Operasi visual dilakukan dengan menyisir sepanjang garis pantai, sementara kapal penyelamat menyisir perairan laut Ujunggenteng hingga menjangkau kawasan Ombak Tujuh yang menjadi batas wilayah antara Kecamatan Ciracap dan Kecamatan Ciemas.

Tragedi memilukan tersebut bermula pada Jumat (19/6/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Sebelum peristiwa nahas terjadi, Ahmad Efendi bersama istri dan kedua anaknya tengah menikmati waktu liburan dengan berjalan kaki menyusuri keindahan Pantai Pasir Putih menuju arah Muara Sungai Cipanarikan.

Tepat pukul 16.20 WIB, Ahmad Efendi bersama putranya memutuskan untuk berenang di area pertemuan arus muara sungai dan laut tersebut. Diduga karena kuatnya arus bawah laut serta hantaman gelombang tinggi yang datang mendadak, tubuh ayah dan anak itu langsung terseret ke tengah laut hingga akhirnya hilang dari pandangan sang istri yang berada di tepi pantai.

Pihak berwenang yang menerima laporan darurat langsung membentuk tim gabungan berskala besar. Tim ini melibatkan Basarnas, Pos TNI AL Ujunggenteng, Satpolairud, Polsek Ciracap, P2BK Ciracap, Satpol PP, Sekmat Ciracap, Polsus DKP, Balawista, Rukun Nelayan, serta puluhan relawan lokal. Operasi pencarian mandiri dan gabungan dipastikan akan kembali dilanjutkan pada Selasa pagi dengan harapan korban dapat segera ditemukan.

Berita Terkait
Berita Terkini