PPP Jaring 4 Calon Pendamping Asep Japar di Pilkada Sukabumi, Tinggal Persetujuan Koalisi

Selasa 25 Juni 2024, 20:28 WIB
PPP jaring 4 bakal calon pendamping Asep Japar untuk Pilkada Kabupaten Sukabumi 2024 | Foto : Sukabumi Update

PPP jaring 4 bakal calon pendamping Asep Japar untuk Pilkada Kabupaten Sukabumi 2024 | Foto : Sukabumi Update

SUKABUMIUPDATE.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) telah memulai proses penjaringan calon wakil bupati untuk mendampingi Asep Japar, yang merupakan bakal calon bupati dari Partai Golkar dalam Pilkada Kabupaten Sukabumi 2024 mendatang.

Ketua DPC PPP Kabupaten Sukabumi, Dedi Damhudi menjelaskan bahwa proses ini merupakan bagian dari tahapan serius dalam mempersiapkan kompetisi politik mendatang.

"Kami di PPP Kabupaten Sukabumi telah mengikuti mekanisme dan peraturan administrasi yang telah ditetapkan. Tahapan-tahapan penjaringan calon wakil bupati telah kami lalui, dimulai dari pendaftaran hingga usulan nama-nama potensial," ujar Dedi kepada sukabumiupdate.com, Selasa (25/6/2024).

Dedi mengatakan, pada tanggal 18 Juni 2024, seluruh calon yang mendaftar dipanggil kembali untuk memperdalam persiapan mereka. Setelah itu, pada tanggal 20 Juni 2024, DPC PPP mengusulkan empat nama yang dianggap potensial untuk menjadi calon wakil bupati.

"Empat nama dari PPP yang kami usulkan adalah Deden Deni Wahyudin, Fikri Abdul Ajiz, Ucok Haris Maulana Yusuf, dan Budi Irawan," jelasnya.

Baca Juga: 5 Nama Digodok Tertutup, Gerindra Akan Segera Umumkan Dukungan di Pilkada Sukabumi

Namun demikian, dari keempat nama tersebut, hanya tiga di antaranya yang hadir pada tanggal 22 Juni 2024 untuk memenuhi undangan Deskpilkada dan DPW PPP Jawa Barat, karena Budi Irawan berhalangan hadir.

"Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) akan mempertimbangkan secara mendalam nama-nama tersebut dan kemudian mengusulkannya ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk mendapatkan surat tugas resmi," tambahnya.

Dedi menegaskan bahwa semua calon wakil bupati dari PPP memiliki potensi yang sama. Keputusan akhir akan bergantung pada rekomendasi resmi dari DPP serta kesepakatan koalisi yang terbentuk.

"Pada akhir Juni ini, sesuai dengan hasil musyawarah bulan sebelumnya, kami akan memulai pembahasan untuk menggandeng calon bupati Asep Japar dengan calon wakil dari PPP atau Gerindra. Posisi wakil bupati akan ditentukan berdasarkan kesepakatan dalam koalisi," ungkapnya.

Dedi juga mengungkapkan bahwa koalisi ini akan melakukan survei untuk menilai elektabilitas masing-masing pasangan calon bupati dan wakil bupati yang diusung.

"Hasil survei ini diharapkan dapat menjadi pijakan untuk menetapkan pasangan calon bupati dan wakil bupati yang paling memiliki dukungan masyarakat," kata Dedi.

Baca Juga: Deden Deni Wahyudin Optimis Raih Tiket Pilkada Sukabumi Usai Diundang PPP Jabar

Sementara itu, Gerindra sebelumnya menyatakan tengah menggodok lima nama bakal calon bupati / wakil bupati Sukabumi. Kelima nama tersebut adalah Yudha Sukmagara, Deden Deni Wahyudin, Rastya Mutiarani Zahra. Dan dua nama diantaranya sebagai calon bupati, yaitu Asep Japar dan Iyos Somantri

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara menyampaikan bahwa tidak lama lagi pihaknya pun akan segera mengumumkan dukungan mereka dalam Pilkada Sukabumi

Yudha menegaskan saat ini proses penjaringan kandidat tengah dilakukan secara tertutup dengan beberapa nama yang telah mendaftar. Kandidat-kandidat tersebut meliputi Asep Japar, Iyos Somantri, Yudha Sukmagara, Deden Deden Deni Wahyudin, dan Rastya Mutiarani Zahra.

Kelima kandidat ini telah menerima undangan dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Provinsi Jawa Barat. "Yang diundang saya, Deden Apdesi, dan Rastya. Selanjutnya nanti Asep Japar dan Iyos Somantri," kata Yudha kepada sukabumiupdate.com di Gedung DPRD, Kamis (20/6/2024).

Yudha menjelaskan, penentuan calon bupati dan wakil bupati akan mempertimbangkan siapa yang paling tepat, memiliki peluang menang, integritas untuk membangun Kabupaten Sukabumi, mencintai rakyatnya, dan solusi terbaik untuk permasalahan daerah.

"Proses ini sekarang berada di tingkat lebih tinggi, yaitu di DPD dan DPP. Kami di DPC Partai Gerindra tinggal menunggu dan terus menjalankan mekanisme partai. Waktu pendaftaran semakin dekat dan nantinya akan ada konferensi pers untuk mengumumkan siapa yang akan diusung oleh Partai Gerindra," tutupnya.

AYO! main games di Sukabumi Update Games
Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Simak breaking news Sukabumi dan sekitarnya langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita SukabumiUpdate.com WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaXv5ii0LKZ6hTzB9V2W. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Berita Terkait
Berita Terkini
Sukabumi20 Juli 2024, 22:33 WIB

Sempat Terserempet Motor, Surtini Korban Tewas Tabrak Lari Mobil di Sukabumi

Euis membiarkan Surtini karena belum mengetahui kondisi kepribadiannya.
Euis Julaeha (54 tahun), ketua RT tempat Surtini (62 tahun) menjadi korban tabrak lari mobil di Kampung Ciutara RT 16/07 Desa Pondokkaso Landeuh, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi. | Foto: SU/Ibnu Sanubari
Arena20 Juli 2024, 21:07 WIB

Pertama di Asia, Atlet Asal Sukabumi Berhasil Lakukan 10 Kali Juggling Bola di Udara

Fikri terbang dengan ketinggian 1.300 mdpl didampingi pilot paralayang profesional, Derry Farhan Mutaqin.
Muhammad Fikri Sirath saat melakukan juggling bola di udara. | Foto: Muhammad Fikri Sirath
Life20 Juli 2024, 21:00 WIB

10 Cara Mengetahui Karakter Seseorang, Perhatikan Bagaimana Dia Mengelola Uang

Mengetahui karakter seseorang memerlukan observasi mendalam dan interaksi yang konsisten.
Ilustrasi. Mengetahui karakter seseorang memerlukan observasi mendalam dan interaksi yang konsisten. (Sumber : pixabay.com/@SzilárdSzabó)
Sukabumi20 Juli 2024, 20:20 WIB

Polisi Selidiki Temuan Limbah Sampel Darah di Jalanan Parungkuda Sukabumi

Polisi akan terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui asal sampel darah.
Polisi di lokasi penemuan limbah tabung sampel darah di Jalan Kompa-Cipanggulaan, Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi. | Foto: Istimewa
Film20 Juli 2024, 20:00 WIB

5 Rekomendasi Anime Isekai Terbaik yang Wajib Kamu Tonton

Anime isekai telah menjadi subgenre yang populer karena ceritanya yang beragam, karakter yang menarik, dan tema yang membebaskan
Reincarnated as a Sword - Anime isekai telah menjadi subgenre yang populer karena ceritanya yang beragam, karakter yang menarik, dan tema yang membebaskan (Sumber : imdb.com).
Life20 Juli 2024, 19:00 WIB

Kamu Merasa Sulit Sukses? Kenali 5 Kebiasaan Buruk yang Menjadi Penghambatnya

Jika kamu ingin mencapai kesuksesan, penting untuk menghindari kebiasaan-kebiasaan buruk ini dan mengembangkan kebiasaan-kebiasaan yang positif.
Ilustrasi - Jika kamu ingin mencapai kesuksesan, penting untuk menghindari kebiasaan-kebiasaan buruk ini dan mengembangkan kebiasaan-kebiasaan yang positif. (Sumber : unsplash.com/@Joshua Rawson-Harris)
Life20 Juli 2024, 18:00 WIB

Doa Sebelum Memulai Aktivitas Bekerja, Yuk Amalkan Agar Rezeki Lancar Juga Berkah

Membaca doa sebelum bekerja dapat membantu meningkatkan semangat dan motivasi.
Ilustrasi berdoa. Membaca doa sebelum bekerja dapat membantu meningkatkan semangat dan motivasi. | (Sumber : Freepik.com)
DPRD Kab. Sukabumi20 Juli 2024, 17:12 WIB

DPRD Terima Studi Banding Mahasiswa UMMI, Bahas Kelembagaan dan Dinamika Politik

Badri berharap dengan studi banding ini mahasiswa bisa berperan aktif dalam politik.
DPRD Kabupaten Sukabumi menerima kunjungan studi banding mahasiswa UMMI di Ruang Bamus DPRD, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Jumat (19/7/2024). | Foto: Istimewa
Musik20 Juli 2024, 17:00 WIB

Lirik Lagu Teman Biasa dari Band Sukabumi Single Season, “Terjebak Friendzone”

Teman Biasa adalah lagu terbaru dari band Single Season tentang seseorang yang terjebak Friendzone.
Teman Biasa adalah lagu terbaru dari band Single Season tentang seseorang yang terjebak Friendzone. (Sumber : Istimewa)
Inspirasi20 Juli 2024, 16:54 WIB

Pernah 1 Ton Per Bulan, Wanita Sukabumi Jual Daun Pandan dari Tegalbuleud

Pengolahannya dilakukan setelah duri daun pandan dibuang.
Nining Maryani (60 tahun), wanita asal Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, memanfaatkan daun pandan untuk bahan kerajinan. | Foto: SU/Ragil Gilang