Pernyataan Lengkap Demokrat soal Duet Anies-Cak Imin dan Nasib Koalisi Perubahan

Jumat 01 September 2023, 10:45 WIB
Sekjen Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya mengeluarkan pernyataan resmi terkait bakal capres Anies Baswedan yang disebutnya telah memilih Cak Imin sebagai bakal cawapres. | Foto: demokrat.or.id

Sekjen Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya mengeluarkan pernyataan resmi terkait bakal capres Anies Baswedan yang disebutnya telah memilih Cak Imin sebagai bakal cawapres. | Foto: demokrat.or.id

SUKABUMIUPDATE.com - Sekjen Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya mengeluarkan pernyataan resmi terkait bakal calon presiden (capres) Anies Baswedan yang disebutnya telah memilih Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres).

Pernyataan resmi Riefky itu disampaikan pada Kamis, 31 Agustus 2023. Pernyataan Riefky tersebut juga telah beredar di media sosial. Begini pernyataan lengkapnya:

Dalam kapasitas saya, baik sebagai Sekretaris Jenderal Partai Demokrat maupun sebagai anggota Tim 8 Koalisi Perubahan, saya ingin menyampaikan perkembangan situasi terkini.

Penjelasan ini saya tujukan utamanya kepada para pemimpin dan kader Demokrat di seluruh Tanah Air, dan tentunya juga kepada masyarakat luas.

1. Kemarin, 30 Agustus 2023, kami mendapatkan informasi dari Sudirman Said, mewakili Capres Anies Baswedan, bahwa Anies telah menyetujui kerja sama politik Partai Nasdem dan PKB, untuk mengusung pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar. Persetujuan ini dilakukan secara sepihak atas inisiatif Ketum Nasdem, Surya Paloh.

2. Hari ini, kami melakukan konfirmasi berita tersebut kepada Anies Baswedan. Ia mengonfirmasi bahwa berita tersebut adalah benar. Demokrat "dipaksa" menerima keputusan itu (fait accompli).

3. Menyikapi hal itu, Partai Demokrat akan melakukan rapat Majelis Tinggi Partai untuk mengambil keputusan selanjutnya. Sesuai dengan AD/ART Partai Demokrat tahun 2020, kewenangan penentuan koalisi dan Capres/Cawapres ditentukan oleh Majelis Tinggi Partai.

Baca Juga: Harga BBM Naik 1 September, Pertamax Jadi Rp 13.300 per Liter

4. Sebagai bahan pertanggungjawaban Anggota Tim 8 yang mewakili Partai Demokrat kepada Rapat Majelis Tinggi Partai, berikut ini kami sampaikan penjelasan lengkap apa yang telah terjadi dalam Koalisi Perubahan secara kronologis:

a. Meskipun Anies Baswedan telah diusung oleh Partai Nasdem sebagai Capres sejak 3 Oktober 2022, tetapi hingga 22 Januari 2023 baik Anies maupun Partai Nasdem belum berhasil membentuk sebuah koalisi Parpol yang memenuhi syarat Presidential Threshold 20 persen.

b. Atas dasar persahabatan dan chemistry yang selama ini terbangun antara Anies dan Ketum AHY, maka pada 23 Januari 2023 di sebuah rumah di Jalan Lembang, Jakarta Pusat, Anies Baswedan mengajak Ketum AHY "menjemput takdir" sebagai pasangan Capres Cawapres 2024-2029 dengan kesepakatan Anies membawa Partai Nasdem, Ketum AHY membawa Partai Demokrat dan keduanya bekerja sama untuk mengajak PKS. Peristiwa ini disaksikan oleh 4 orang dari Tim 8.

c. Secara formal, Koalisi Perubahan untuk Persatuan diresmikan 14 Februari 2023 dengan penandatanganan piagam koalisi oleh ketiga ketua umum partai, yang berisi 6 butir 2 kesepakatan, yaitu: 1) Namanya Koalisi Perubahan untuk Persatuan; 2) Sepakat mengusung Anies Baswedan sebagai Capres; 3) Capres diberikan mandat untuk menentukan Cawapresnya dengan kriteria yang telah ditentukan; 4) Dalam waktu yang tidak terlalu lama, pasangan Capres-Cawapres dideklarasikan; 5) Capres diberi keleluasaan untuk memperluas dukungan politik; 6) Untuk menyelenggarakan keputusan KPP, dibentuk sekretariat. Piagam koalisi itu dilandasi oleh asas keadilan dan kesetaraan.

d. Di masa-masa ini, sejumlah Parpol sahabat mendekati dan membuka komunikasi politik dengan Partai Demokrat. Khusus pada pertemuan dengan salah satu Parpol yang mengundang perhatian publik, Capres Anies menghubungi pada 12 Juni 2023 dan mengatakan kepada Ketum AHY, "Saya ditelepon beberapa kali oleh Ibu saya dan guru spiritual saya, agar segera berpasangan dengan Capres-Cawapres Anies-AHY".

e, Sesuai dengan mandat yang telah diberikan oleh ketiga Ketua Umum Partai Politik yang masing-masing ditandatangani oleh Ketua Umum Nasdem Surya Paloh; Presiden PKS Ahmad Syaikhu; dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono untuk menentukan siapa calon wakil presiden yang dipilihnya, maka pada 14 Juni 2023, Capres Anies memutuskan untuk memilih Ketum AHY sebagai Cawapresnya.

Baca Juga: Anies-Cak Imin untuk Pilpres 2024? Surya Paloh: Bisa Saja Terjadi!

f. Nama Ketum AHY ini telah disampaikan kepada para Ketua Umum Parpol dan majelis tertinggi masing-masing partai; dalam hal ini langsung kepada Surya Paloh, Salim Segaf Al Jufri dan Ahmad Syaikhu, serta kepada Agus Harimurti Yudhoyono dan Susilo Bambang Yudhoyono, dalam kapasitasnya sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat. Menurut Capres Anies, ketiga pimpinan Parpol menerima putusan tersebut dan tidak ada penolakan.

g. Pada saat menyampaikan keputusan itu kepada pimpinan partai politik, Anies menyampaikan alasan memilih Ketum AHY, karena Ketum AHY memenuhi seluruh syarat dan kriteria yang ditentukan dalam Piagam Koalisi Perubahan untuk Persatuan.

Selain itu, Capres Anies menilai Ketum AHY juga memiliki keberanian dan bersedia menempuh risiko untuk menjadi pendampingnya; meskipun partainya sendiri terancam diambilalih oleh KSP Moeldoko melalui PK di Mahkamah Agung. Anies melihat syarat keberanian itu sebagai syarat ke-0, yang tidak dimiliki oleh kandidat Cawapres lainnya. Pernyataan soal syarat ke-0 ini juga telah disampaikan kepada publik.

h. Mendengarkan pertanyaan dan desakan dari kalangan masyarakat secara luas tentang kepastian Koalisi Perubahan, serta makin merosotnya elektabilitas Capres Anies, maka setelah penetapan Cawapres; jajaran koalisi, utamanya PKS, Partai Demokrat dan Tim 8 sepakat untuk segera mendeklarasikan sahnya dan terbentuknya Koalisi Perubahan untuk Persatuan, termasuk penetapan Capres dan Cawapres yang hendak diusung.

i. Atas harapan dan desakan masyarakat agar Koalisi Perubahan segera dideklarasikan, Capres Anies dan Tim 8 telah merencanakan beberapa kali waktu deklarasi. Namun, rencana deklarasi itu tidak pernah terwujud. Diduga kuat, tidak terlaksananya deklarasi itu karena Capres Anies lebih patuh kepada Ketua Umum Nasdem Surya Paloh yang ingin terus menunda waktu deklarasi. Ini jelas mengganggu dan melanggar prinsip kesetaraan (equality) dalam koalisi.

j. Tim 8 bersepakat, berdasarkan desakan yang makin kuat dari masyarakat tentang kepastian berlayar atau tidaknya koalisi ini, maka waktu menjadi hal yang esensial. Terkait dengan waktu deklarasi ini juga telah dikomunikasikan kepada Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh pada hari Kamis tanggal 24 Agustus 2023, kepada Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat SBY pada hari Jumat tanggal 25 Agustus 2023, dan kepada Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri pada hari Sabtu tanggal 26 Agustus 2023. Tentang penetapan waktu deklarasi ini, Surya Paloh menyerahkan sepenuhnya kepada Tim 8. Sedangkan SBY dan Salim Segaf bersetuju untuk dilakukan percepatan deklarasi. Pada pertemuan Capres Anies bersama Tim 8 dengan SBY, Capres Anies menyampaikan bahwa deklarasi akan dilakukan pada awal September 2023.

k. Capres Anies dan Tim 8 berpendapat bahwa tidak ada alasan lagi untuk menunda waktu deklarasi. Karena waktunya sudah semakin mendesak dan sesuai mandat yang dimiliki, Capres Anies sudah menentukan Cawapresnya. Bahkan, Capres Anies menuliskan keputusannya itu dalam bentuk surat tulisan tangan yang ditandatangani, kepada Ketum AHY pada tanggal 25 Agustus 2023 (enam hari yang lalu). Inti dari surat tersebut ialah untuk meminta secara resmi agar Ketum AHY bersedia untuk menjadi Cawapresnya.

l. Namun demikian,sesuatu yang tidak terduga dan sulit dipercaya terjadi. Di tengah proses finalisasi kerja Parpol koalisi bersama Capres Anies dan persiapan deklarasi, tiba-tiba terjadi perubahan fundamental dan mengejutkan. Pada Selasa malam, 29 Agustus 2023, di Nasdem Tower, secara sepihak Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh tiba-tiba menetapkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai Cawapres Anies, tanpa sepengetahuan Partai Demokrat dan PKS.

Malam itu juga, Capres Anies dipanggil oleh Surya Paloh untuk menerima keputusan itu. Sehari kemudian, 30 Agustus 2023, Capres Anies dalam urusan yang sangat penting ini, tidak menyampaikan secara langsung kepada pimpinan tertinggi PKS dan Partai Demokrat, melainkan terlebih dahulu mengutus Sudirman Said untuk menyampaikannya.

Sumber: Tempo.co

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Sukabumi Memilih04 Maret 2024, 23:25 WIB

Protes Suara DPR RI PDIP Diduga Hilang, Pleno KPU Kabupaten Sukabumi Memanas

Hari keempat Rapat Pleno Rekapitulasi Pemilu 2024 tingkat kabupaten oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukabumi, yang digelar di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Palabuhanratu, sempat ricuh, Senin (4/2/2024).
Pleno Rekapitulasi Suara KPU tingkat kabupaten di Gedung DPRD Kabupaten Sukabumi | Foto : Ilyas Supendi
Entertainment04 Maret 2024, 21:37 WIB

Lisa Blackpink Pamer Kedekatan dengan Taylor Swift di Singapura, Akrab Banget!

Lisa Blackpink menghebohkan penggemarnya sedang menonton konser Taylor Swift “The Eras Tour” di Singapura pada Minggu (3/3/2024).
Lisa Blackpink pamer foto bareng Taylor Swift usai konser “The Eras Tour” hari kedua di Singapura, Minggu (3/3/2024). (Sumber : Instagram/@lalalalisa_m)
Internasional04 Maret 2024, 21:29 WIB

Perkosa PRT Asal Indonesia, Eks Anggota Dewan Malaysia Dihukum 8 Tahun Penjara & 2 Cambukan

Mantan anggota dewan di Malayasia, Paul Yong Choo Kiong dinyatakan bersalah karena memperkosa pembantu rumah tangga (PRT) asal Indonesia, kasus terjadi pada Juli 2019.
Ilustrasi seorang PRT asal Indonesia diperkosa eks anggota dewan di Malayasia | Foto Freepik/raybon)
Entertainment04 Maret 2024, 21:00 WIB

Rafathar Salting Wajahnya Sudah Tumbuh Jerawat, Mbak Lala: ‘Ciye Udah Gede’

Video TikTok menunjukkan bahwa wajah Rafathar, anak Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, terlihat memiliki jerawat di pipinya.
Video TikTok menunjukkan bahwa wajah Rafathar, anak Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, terlihat memiliki jerawat di pipinya. (Sumber : Tiktok @rayyanzacipung_acikule).
Nasional04 Maret 2024, 20:51 WIB

KPK Soroti Dugaan Suap Izin Tambang yang Seret Menteri Bahlil Lahadiala

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanggapi pemberitaan soal Menteri Investasi Bahlil Lahadalia diduga menerima uang suap dari perizinan tambang. Ia menyebut tengah mempelajari laporan berita investigasi tersebut.
Menteri Investasi Bahlil Lahadiala sat berfoto dengan Paslo Prabowo-Gibran | Foto : Ist
Life04 Maret 2024, 20:32 WIB

4 Tips Mudah Atasi Kecemasan Pada Anak di Rumah, Yuk Terapkan Bunda

Kecemasan yang dirasakan anak-anak merupakan hal yang wajar. Akan tetapi, apabila hal ini berlangsung lama maka orang tua perlu mencari cara mengatasinya.
Ilustrasi seorang Ibu membantu anaknya atasi kecemasan di rumah. (Sumber : Freepik)
Life04 Maret 2024, 20:30 WIB

10 Tips Menggunakan Media Sosial Agar Sehat Fisik dan Mental

Inilah tips menggunakan media sosial agar tetap sehat fisik dan mental serta terhindar dari dampak negatif lainnya
Ilustrasi - 10 Tips Menggunakan Media Sosial Agar Sehat Fisik dan Mental (Sumber : Freepik/freepik)
Food & Travel04 Maret 2024, 20:26 WIB

Menggrilla Sukabumi Tawarkan Sensasi Nge-Grill Nikmat Dengan Harga Terjangkau

Menggrilla Sukabumi menawarkan sensasi kenikmatan makan daging panggang atau grill yang lembut dan empuk dengan harga terjangkau.
Menu daging panggang di Menggrilla Sukabumi yang memanjakan lidah. (Sumber : Istimewa)
Sukabumi04 Maret 2024, 20:17 WIB

Pasien DBD Di RSUD Jampang Kulon Sukabumi Alami Peningkatan Kasus

Seksi Pelayanan Medis RSUD Jampangkulon, dr. Lastri Asmuniati mengatakan dari data bulan Desember 2023 hingga bulan Februari 2024, kasus Dengue memang ada kenaikan.
Pasien DPD di RSUD Jampang Kulon alami peningkatan kasus | Foto : Ragil Gilang
Life04 Maret 2024, 20:00 WIB

Tes Kepribadian: Pilih Satu dari 4 Hewan Ini dan Akan Ungkap Siapa Anda Sebenarnya

Tes ini didasarkan pada gagasan bahwa hewan memiliki karakteristik yang dapat dikaitkan dengan kepribadian manusia.
Ilustrasi - Tes ini didasarkan pada gagasan bahwa hewan memiliki karakteristik yang dapat dikaitkan dengan kepribadian manusia. (Sumber : Jagran Josh).