SUKABUMIUPDATE.com - Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda, mengalami erupsi pada Selasa (20/10/2026) dan masih Siaga Level III. Aktivitas letusan tersebut terekam oleh seismograf meskipun secara visual tidak teramati.
Berdasarkan laporan BPBD Lampung melalui Magma Indonesia, erupsi tersebut tercatat memiliki amplitudo maksimum 44 milimeter (mm) dengan durasi 28 detik. Kejadian erupsi itu dinyatakan telah selesai.
"Terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau pada hari Selasa, 20 Oktober 2026, pukul 12:28 WIB. Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 44 mm dan durasi 28 detik," demikian keterangan dalam laporan tersebut.
Sementara itu, berdasarkan laporan pengamatan aktivitas Gunung Anak Krakatau periode pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, aktivitas kegempaan gunung api tersebut masih menunjukkan sejumlah kejadian gempa.
Baca Juga: Mitos di Balik Indahnya Telaga Herang Majalengka, Larangan Menangkap Ikan hingga Kisah Perenang
Dalam periode pengamatan tersebut, tercatat 13 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 46,5-67 mm dan durasi 25-525 detik. Selain itu, terjadi 10 kali gempa hembusan dengan amplitudo 28,5-52 mm dan durasi 23-30 detik.
Petugas Gregorius Reza Alun Samudra, mencatat tiga kali gempa low frequency dengan amplitudo 17-43 mm dan durasi 9-13 detik. Kemudian, terdapat 36 kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 7-53 mm dan durasi 6-16 detik.
Aktivitas kegempaan lainnya meliputi 31 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 12-51 mm dan durasi 8-21 detik, serta dua kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 45,5-50 mm dan durasi 13-22 detik.
Selain itu, terpantau satu kali gempa tremor menerus dengan amplitudo 3-25 mm dan amplitudo dominan 5 mm.
Pengamatan Visual Gunung Anak Krakatau
Dari hasil pengamatan visual, Gunung Anak Krakatau terlihat jelas hingga tertutup kabut dengan tingkat 0-III. Asap dari kawah utama teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang, membumbung sekitar 5-100 meter dari puncak.
Kondisi cuaca saat pengamatan terpantau berawan dengan angin bertiup lemah ke arah barat laut. Suhu udara berkisar 25,3-29,3 derajat Celsius dengan kelembapan 69-87 persen.
Baca Juga: Swasta Terbanyak, Nelayan enam Orang: 11 Jenis Pekerjaan Warga Lembursitu Kota Sukabumi
Gunung Anak Krakatau diketahui memiliki ketinggian sekitar 157 meter di atas permukaan laut dan berada pada koordinat geografis lintang -6,102 serta bujur 105,423.
Masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau, termasuk pengunjung, wisatawan, dan pendaki, diimbau mematuhi rekomendasi keselamatan yang berlaku.
Masyarakat dan wisatawan tidak diperbolehkan memasuki maupun melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Selain itu, masyarakat dan pengunjung juga dilarang memasuki serta beraktivitas dalam radius 1 kilometer dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara Gunung Anak Krakatau.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, serta kemungkinan erupsi sekunder akibat kontak panas lava dengan air laut maupun air hujan dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.
Imbauan tersebut perlu diperhatikan untuk mengurangi risiko terhadap keselamatan masyarakat maupun wisatawan di sekitar kawasan gunung api tersebut.














