SUKABUMIUPDATE.com – Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda, menunjukan aktivitas vulkanik dan saat ini berstatus Level III (Siaga) berdasarkan laporan pengamatan pada Minggu (18/10/2026), dengan kolom abu mencapai ketinggian sekitar 50 hingga 500 meter dari puncak.
Dalam laporan pengamatan selama tiga periode, yakni pukul 00.00–06.00 WIB, 06.00–12.00 WIB, dan 12.00–18.00 WIB, tercatat aktivitas kegempaan yang mengindikasikan aktivitas vulkanik gunung tersebut masih berlangsung.
Berdasarkan data pengamatan petugas oleh Deny Mardiono, tercatat sembilan kali gempa letusan atau erupsi selama periode pukul 06.00 hingga 18.00 WIB. Rinciannya, lima kali gempa letusan pada pukul 06.00–12.00 WIB dan empat kali pada pukul 12.00–18.00 WIB.
Di periode pukul 00.00–06.00 WIB, tercatat satu kali gempa tremor menerus dengan amplitudo 1–10 milimeter dan amplitudo dominan 5 milimeter.
Lalu pada periode pukul 06.00–12.00 WIB, gempa letusan memiliki amplitudo 48–56 milimeter dengan durasi 23–674 detik. Sementara pada periode pukul 12.00–18.00 WIB, amplitudonya tercatat 43–56 milimeter dengan durasi 24–41 detik.
Selain gempa letusan, aktivitas kegempaan lainnya juga tercatat. Pada periode pukul 06.00–12.00 WIB, terjadi enam kali gempa hembusan, 12 kali gempa hybrid atau fase banyak, tiga kali gempa vulkanik dangkal, lima kali gempa vulkanik dalam, serta satu kali gempa tremor menerus.
Adapun pada periode pukul 12.00–18.00 WIB, tercatat satu kali gempa hembusan, enam kali gempa frekuensi rendah, 40 kali gempa hybrid atau fase banyak, 17 kali gempa vulkanik dangkal, dua kali gempa vulkanik dalam, serta satu kali gempa tremor menerus.
Asap Kawah Teramati hingga 500 Meter
Periode 00:00-06:00 WIB:
“Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 5-50 meter dari puncak. Cuaca berawan, angin lemah ke arah barat laut,” tulis dalam laman Magma.
Periode 06:00-12:00 WIB
“Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dan hitam dengan intensitas tipis hingga tebal tinggi sekitar 5-500 meter dari puncak. Cuaca berawan, angin lemah ke arah utara dan barat laut,” tulis dalam keterangan.
Periode 12:00-18:00 WIB:
"Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih, kelabu dan hitam dengan intensitas sedang hingga tebal tinggi sekitar 50-500 meter dari puncak. Cuaca berawan, angin lemah hingga sedang ke arah utara dan barat laut," dikutip dari laman Magma.
Masyarakat Dilarang Beraktivitas dalam Radius 5 Kilometer
Dalam rekomendasinya, masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau serta pengunjung dan wisatawan dilarang memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.
Selain itu, masyarakat dan wisatawan juga tidak diperbolehkan memasuki atau melakukan kegiatan dalam radius 1 kilometer dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara Gunung Anak Krakatau.
“Meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, dan potensi erupsi sekunder yang ditimbulkan oleh kontak panas lava, baik dengan air laut maupun air hujan dalam radius 5 km dari pusat erupsi Anak Krakatau,” pungkasnya.














