bankbjb

Pedagang di Jalur Wisata Sukabumi Minta PPKM Cukup Sampai 9 Agustus

Andri Somantri
Penulis
Minggu 8 Agt 2021, 20:00 WIB
Pedagang di Jalur Wisata Sukabumi Minta PPKM Cukup Sampai 9 Agustus

SUKABUMIUPDATE.com - Pedagang Kaki Lima (PKL) di jalur wisata Kabupaten Sukabumi berharap pemerintah tak lagi memperpanjangan masa PPKM. Seperti diketahui, Kabupaten Sukabumi menerapkan PPKM Level 3 mulai 3 Agustus 2021 hingga 9 Agustus 2021.

"Kalau bisa saya minta ke Pak Presiden atau ke Bupati Sukabumi, PPKMnya gak diperpanjang. Sampai besok [9 Agustus] aja lah udah," ujar Wildansyah (39 tahun), pedagangan es kelapa muda di Kecamatan Palabuhanratu.

Baca Juga :

Wildansyah menuturkan sebelum PPKM, dalam satu hari dia bisa mendapatkan Rp 300 sampai Rp 400 ribu. Namun kondisi begitu berbeda saat ini, sebab perhari hanya mendapatkan uang Rp 50 ribu. Keadaan itu terjadi semenjak dilaksanakan PPKM darurat dan PPKM level 4 yang terus diperpanjang.

Sebab ketika PPKM, tempat wisata ditutup sedangkan wisatawan yang melintas di jalur wisata pantai Palabuhanratu menjadi andalan Wildansyah.

"Semenjak diberlakukan PPKM darurat kemarin-kemarin itu pendapatan menurun drastis. Kalau diratakan perhari sekarang dapat Rp 50 ribu. Ya, gak ada pembeli. Masyarakat dibatasi keluar rumah jadi sepi," jelasnya.

Hal yang sama diungkapkan Uyat Suyatna (50 tahun) pedagang jagung di Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, tepatnya jalur menuju kawasan wisata Geopark. Dia mengharapkan pemerintah tidak memperpanjang PPKM.

Menurut dia, pandemi serta PPKM membuat pendapatannya turun. "Dulu sebelum Corona, satu hari sampai 4 karung jagung habis terjual baik dibakar maupun direbus. Sekarang mah boro-boro, cukup untuk buat resiko dapur juga Alhamdulillah. Maka dari itu mudah-mudahan PPKM tidak diperpanjang," ungkapnya. 

Menurut dia, satu karung berisi 100 buah Jagung dan semenjak pemberlakuan PPKM, satu karung jagung pun tak habis. "Ini kan jalur wisata, biasanya kalau hari libur begini, banyak yang melintas. Jadi mereka banyak juga yang berhenti sekedar ngopi sambil makan jagung baik dibakar ataupun direbus. Sekarang bisa dilihat, yang berwisata nyaris gak ada," sambungnya.


Halaman :
BERITA TERPOPULER
Berita Terkini