SUKABUMIUPDATE.com - Rumah Baca Ceria membagikan 50 paket sembako kepada warga masyarakat di sekitar rumah baca di Jl. Gandasoli Raya No.8, Desa Cipurut, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Selasa (6/4/2021).
Paket sembako diserahkan langsung oleh pengelola Rumah Baca Ceria kepada masyarakat yang datang bergiliran. Pembagian secara bergiliran dilakukan oleh Rumah baca milik Yayasan Bina Warga Berdaya ini untuk menghindari terjadinya kerumunan warga dalam rangka pencegahan COVID-19.
Penasihat Yayasan Bina Berdaya Dr. Ir. Ahmad Rifandi, M.Sc mengatakan, kegiatan ini dilakukan pihaknya dalam rangka menyambut datangnya bulan Ramadhan 1442 H. "Kami ingin berbagi kepada tetangga sekitar, terutama yang dhuafa," kata Ahmad kepada sukabumiudate.com di sela-sela acara pembagian sembako.
Menurut Ahmad paket sembako yang dibagikannya berisi kebutuhan sehari-hari yang bisa bermanfaat di awal bulan Ramadhan, terdiri dari beras, gula, minyak goreng, sarden dan beberapa makanan lainnya.
Paket sembako yang dibagikan rumah baca ceria di Cireunghas Sukabumi - (istimewa)</span"Insya Allah nanti sebelum lebaran kami akan lakukan lagi pembagian sembako ini," ujar dosen Teknik Kimia di salah satu perguruan tinggi ternama di Bandung ini.
Masih di tempat yang sama setelah pembagian sembako, Rumah Baca Ceria juga mengadakan pelatihan pembuatan batik dengan model ikat celup untuk ibu-ibu warga sekitar. Ketua Yayasan Bina Warga Berdaya Dr. Ida Tejawiyani, M.M langsung menjadi tutor pelatihan ini.
Baca Juga :
Menurut Ida Tejawiyani, target peserta pelatihan ini adalah ibu-ibu dari warga sekitar Rumah Baca Ceria yang punya waktu luang, agar nantinya bisa membantu meningkatkan ekonomi keluarga. Namun lanjut Ida, pihaknya tidak menutup jika ada ibu-ibu lainnya yang ingin menambah atau meningkatkan keterampilan, terutama ibu-ibu yang mempunyai hobi kriya.
"Pesertanya sementara ini ada 10 orang. Sebetulnya tidak hanya ikat celup, ada juga pelatihan eco print yang sudah dilaksanakan oleh kami tahun lalu," ujar Ida.
Ibu ibu peserta pelatihan ikat celup sedang praktek di rumah baca ceria Sukabumi - (istimewa)</spanIda menerangkan, ikat celup merupakan kegiatan yang hampir sama dengan membatik, namun pengerjaannya lebih sederhana dari membatik. Perbedaannya jika batik ada malamnya sebagai perintang supaya warna tidak masuk, sedangkan ikat celup perintangnya bisa berbentuk kayu, karet, kelereng, benang, bekas potongan genteng hingga biji lengkeng.
"Apapun bisa dipakai sehingga dari sisi material kegiatan ikat celup ini tidak memberatkan, hanya perlu bahan aja, bahan pun kalau tidak punya yang baru, kaos bekas berserat katun atau berserat alami juga bisa dimanfaatkan, usahakan yang warna putih supaya bagus ketika diberi warna," terang dia.
Meskipun pelatihan seperti eco print dan ikat celup ini baru diberikan untuk masyarakat terdekat dari Rumah Baca Ceria, namun rencananya ke depan kata Ida, pihaknya mau memberikan untuk masyarakat yang lebih luas lagi, dari mulai masyarakat Desa Gandasoli, kemudian Kecamatan Kebonpedes hingga tingkat Kabupaten Sukabumi.
Sejauh ini pihaknya menilai respon masyarakat sangat bagus. Karena masyarakat tahu produk hasil pelatihan ini nantinya bisa dipakai untuk berbagai keperluan selain baju, dari mulai bantal kursi, seprai, tempat tisu, perlengkapan makan dan berbagai kreasi.
"Ini merupakan salah satu kegiatan guna ulang, pewarnanya pun bisa dibuat dari bahan alami seperti jawer kotok, daun mangga, dari daun jati sehingga ramah lingkungan," kata Ida.
"Tantangan ada, terutama soal manajemen waktu saja, karena masing-masing peserta punya kebiasaan aktivitas yang berbeda-beda," tandasnya.










