Ini Alasan Lingkar Hijau Pungut Batubara di Pantai Cipatuguran Palabuhanratu

Jumat 10 Mei 2019, 12:57 WIB

SUKABUMIUPDATE.com - Komunitas Lingkar Hijau bersama ratusan masyarakat melakukan aksi bersih-bersih, memunguti batubara yang berserakan di Pantai Cipatuguran, Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jumat (10/5/2019).

Dengan peralatan lengkap, setiap orang yang terlibat dalam aksi memungut batubara memakai sarung tangan dan masker serta membawa kantong sampah berukuran cukup besar.

BACA JUGA: Yuk Ngabuburit Bersihkan Batubara di Pantai Cipatuguran Palabuhanratu

Koordinator aksi, sekaligus ketua Komunitas Lingkar Hijau, Moch Haetami Zein mengatakan, aksi ini dilakukan sebagai wujud kepedulian dan keprihatinan masyarakat Palabuhanratu terhadap lingkungan.

"Karena hampir dua pekan ini pihak yang berkaitan seperti tidak ada yang mau menyelesaikan masalah batubara, yang berserakan di pantai ini. Kami inisiatif sendiri," Haetami Zein kepada sukabumiupdate.com, disela aksi bersih-bersih.

Ia menilai, sebaran batu bara di Pantai Cipatuguran akan sangat berdampak terhadap lingkungan. Dari sisi estetika kurang menarik untuk dilihat, apalagi mengingat wilayah Palabuhanratu terkenal sebagai tujuan pariwisata.

"Dari segi bahaya, batubara ini bisa dikatakan masuk limbah B3. Otomastis apabila ada di ruangan terbuka, akan mengganggu lingkungan, terutama akan mengganggu ekosistem laut," jelasnya.

BACA JUGA: Penampakan Batubara Kotori Pantai Cipatuguran Palabuhanratu, Dampak Tongkang Karam

Haetami menambahkan, nantinya batubara dari hasil bersih-bersih tersebut akan diserahterimakan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi. Pasalnya limbah B3 pihaknya tidak bisa dibuang sembarangan.

"Batubara yang sudah terbuang di laut di khawatirkan akan merusak biota laut. Karena batubara yang sudah terbuang itu akan tergerus oleh ombak di dasar laut menjadi mikro partikel. Ini tentunya akan berbahaya karena akan masuk pada jaringan ekosistem laut seperti pada tumbuhan laut, ikan laut, dan akan menjadi penyebab permasalahan kesehatan," pungkasnya.

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Berita Terkini
Nasional19 April 2024, 03:16 WIB

Diduga Merayu Anggota PPLN, Ketua KPU RI Dilaporkan ke DKPP dengan Tuduhan Asusila

Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum Fakultas Hukum Universitas Indonesia (LKBH FHUI) dan LBH APIK melaporkan Ketua KPU Hayim Asy'ari ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP)
Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari | Foto : Youtube KPU
Internasional19 April 2024, 02:43 WIB

28 Karyawan Dipecat, Buntut Protes Kontrak Kerja Google dengan Militer Israel

Google memecat sejumlah karyawan setelah diketahui melakukan protes terhadap kondisi tenaga kerja dan kontrak perusahaan dengan militer Israel.
Kantor Google di San Francisco | Foto : Ist
Internasional19 April 2024, 02:02 WIB

Bencana Banjir Melanda Dubai, Ilmuan Peringatkan Hal Ini

Bencana alam berupa banjir melanda Dubai, Uni Emirat Arab, pada hari Selasa (16/4/2024), setelah hujan deras mengguyur negara tersebut.
Bencana Banjir Melanda Dubai | Foto : Capture video youtube HAG Weather
Keuangan19 April 2024, 01:29 WIB

6 Tanda Kamu Lebih Cocok Jadi Pebisnis Ketimbang Karyawan, Ini Buktinya

Sesungguhnya ada beberapa tanda yang menjadi petunjuk orang lebih cocok jadi pebisnis daripada karyawan
Tanda orang lebih cocok jadi pebisnis  | Foto : Pexels/Andrea Piacquadio
Inspirasi19 April 2024, 01:19 WIB

5 Tipe Overthinking yang Sering Dialami Banyak Orang, Kamu Termasuk yang Mana?

Overthingking sejatinya dibagi ke dalam beberapa tipe yang mungkin jarang diketahui banyak orang. Mari simak penjelasan berikut
Tipe orang overthingking | Foto : Pexels/Andrea Piacquadio
Sukabumi19 April 2024, 00:53 WIB

Warga Keluhkan Sampah Dekat Terminal Sagaranten Sukabumi, Tidak Ada TPS Meski Iuran

Sejumlah pedagang dan warga mengeluhkan pengolahan sampah di sekitar Terminal Sagaranten Kabupaten Sukabumi
Warga Sagaranten sedang membersihkan sampah yang menumpuk | Foto : Ragil Gilang
Sukabumi19 April 2024, 00:03 WIB

ASN di Sukabumi Balik Tuduh Istrinya yang Lakukan KDRT, Akan Dilaporkan Jika Tak Minta Maaf

ASN di Sukabumi membantah tuduhan KDRT. Ia menyebut informasi yang disampaikan oleh istrinya melalui kuasa hukumnya merupakan kebohongan, tidak sesuai fakta, dan terlalu dilebih-lebihkan.
Huasa hukum BCA, Muhammad Adad Maulana saat menunjukan bukti KDRT yang dilakukan oleh DM kepada BCA | Foto : Asep Awaludin
Sukabumi18 April 2024, 23:16 WIB

Pelajar dan Forkopimcam Cisolok Bersihkan Pantai Karang Hawu Pasca Libur Lebaran 2024

Usai cuti libur lebaran 2024, Forkopincam Cisolok bersama para pelajar SMP Cisolok melakukan aksi bersih-bersih sampah di Pantai Karang Hawu, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (18/4/2024).
Forkopincam Cisolok bersama para pelajar SMP Cisolok melakukan aksi bersih-bersih sampah di Pantai Karang Hawu, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (18/4/2024) | Foto : Ilyas Supendi
DPRD Kab. Sukabumi18 April 2024, 22:56 WIB

Anggota DPRD Beri Apresiasi Libur Lebaran 2024 di Sukabumi Nihil Korban Jiwa

Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Badri Suhendi menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada tim gabungan atas keberhasilan mereka dalam meningkatkan keamanan di objek wisata selama libur Lebaran 2024.
Badri Suhendi, Anggota DPRD Fraksi Partai Demokrat Kabupaten Sukabumi | Foto : Ilyas Supendi
Bola18 April 2024, 22:54 WIB

Hasil Piala Asia U-23 2024: Timnas Indonesia Bungkam Australia 1-0

Gol Komang Teguh membawa Timnas Indonesia U-23 kalahkan Australia di Piala Asia U-23 2024.
Komang Teguh cetak gol satu-satunya Timnas Indonesia U-23 atas Australia di Piala Asia U-23 2024 Qatar. (Sumber : PSSI)