SUKABUMIUPDATE.com – Diduga tak kuat menahan beban, saat diguyur hujan lebat, tembok penahan tanah (TPT) di ruas Jalan Perintis Kemerdekaan, Kampung Tanjungsari, RT 02/13, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ambrol.
Pantauan di lapangan, selain membuat ambrolnya proyek pembangunan TPT di ruas jalan provinsi yang tak dilengkapi papan nama proyek tersebut kondisi tanah pun nyaris menggerus rumah warga yang berdekatan dengan lokasi di mana dibangunnya TPT itu.
BACA JUGA:Â Ngeri, Ini Penampakan Pondasi Jembatan Pamuruyan Cibadak
Menurut Kepala Desa Sekarwangi, Anwar Saepudin peristiwa ambrolnya TPT tersebut terjadi saat hujan mengguyur lokasi pembangunan dan sekitarnya.
“Kemungkinan akibat pembuatan pondasinya yang diduga asal-asalan. Masa dibangun pagi, sorenya ambruk. Hampir saja rumah saudara saya juga tergerus longsor,†tutur Anwar, kepada sukabumiupdate.com saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (13/11/2017).
BACA JUGA:Â Proyek Terkesan Asal-asalan, Masyarakat Kalibunder Kabupaten Sukabumi Kecewa
Dia pun mengaku memperhatikan, ternyata di lokasi pekerjaannya tidak ada papan nama proyek terpasang. “Menurut informasi, anggarannya dari Pemprov (Pemerintah Provinsi) dikarenakan jalan tersebut jalan provinsi dan kami pun sebagai Pemerintah Desa ini tidak pernah ada komunikasi dengan mandornya,†aku Anwar.
Anwar pun menyayangkan tanah bekas galian proyek yang dibiarkan begitu saja menumpuk di bahu jalan, selain membuat penyempitan juga dikhawatirkan dapat menimbulkan kecelakaan.
BACA JUGA: Soal Dugaan Proyek yang Asal-asalan, Ini Kata Wakil Bupati Sukabumi
“Apalagi, kalau pagi-pagi kan banyak anak-anak sekolah dan karyawan berangkat kerja yang melintasi lokasi pekerjaan. Sehingga menimbulkan kemacetan. Ya, kami berharap pekerjaan tersebut jangan asal dan diperhatikan. Jadi yang kerjanyapun bisa terawasi,†bebernya.
Sementara Pery Latas (30 tahun), warga sekitar meminta pengawasannya agar lebih ditingkatkan lagi. “Melihat pekerjaan seperti ini bisa menimbulkan kecelakaan. Apalagi sekarang musim hujan,†sampainya, dalam kesempatan berbeda.
