SUKABUMIUPDATE.com - Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Iyus Yusuf Hilmi, sambangi SD Negeri Cipurut I, Selasa (17/10/2017).
Hal itu dilakukan pihaknya, guna mendamaikan, antara pihak sekolah dengan orang tua siswa, atas dugaan penganiayaan yang dilakukan salah seorang guru, Suparjo kepada Noval Dikri (12 tahun), saat upacara bendera, Senin (16/10/2017).
BACA JUGA:Â Disdik Kabupaten Sukabumi, Pantau Kesiapan 13 SMP Penyelenggara UNBK 2017
Selain mendamaikan di antara kedua belah pihak, jajaran Disdik Kabupaten Sukabumi pun melakukan pendekatan di lokasi kejadian (sekolah), seperti dengan mengadakan permainan, terutama bagi siswa Kelas VI.
Dani, tim trauma healing Disdik, mengaku hal tersebut dilakukan guna membantu faktor psikis kejiwaan para siswa, pascakejadian yang menimpa salah seorang temannya, agar tetap semangat untuk sekolah dan tidak merasa ketakutan.
Kepala SD Negeri Cipurut I, Uem Suherman mengaku kejadian yang menimpa salah seorang siswa itu diluar dugaan, dan kini kasus tersebut pun sudah diserahkan kepada Kepala Disdik.
“Mudah-mudahan kejadian seperti itu tidak terulang kembali, khususnya di dunia pendidikan,†aku Uem, kepada sukabumiupdate.com seraya berharap, permasalahannya bisa diselesaikan dengan cara musyawarah kekeluargaan.
BACA JUGA:Â Disdik Kabupaten Sukabumi Larang Permainan Skip dan POC
Sementara, Noval pun hari ini tetap masuk sekolah, seperti biasanya, dan mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan riangnya. Sedangkan orang tuanya, Usman Fauzan (42 tahun) berjanji akan mengikuti segala prosedur dari pihak sekolah, termasuk proses hukum yang kini sedang berjalan.
Usman berharap, kejadian yang menimpa anaknya tersebut tidak terulang lagi. Ia pun kembali berjanji, bakal mempertimbangkan kembali laporan yang telah dibuatnya ke pihak kepolisian.