SUKABUMIUPDATE.com - Memasuki musim kemarau tahun ini (2017), warga Kampung Pasirhonje RT 03/05, Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, keluhkan sulitnya mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.
"Warga di sini selalu kesulitan mendapatkan air bersih, saat kemarau. Sumber air yang ada di Cipancur, jaraknya sekitar dua Kilometer (Km) dari kampung sini," ujar Niftah (55 tahun ), warga Pasirhonje, kepada sukabumiupdate.com, saat ditemui ketika mengambil air, Selasa (5/9/2017).
BACA JUGA:Â Tiga Jerigen Rp10 ribu, Masyarakat di Dua Desa Kabupaten Sukabumi Krisis Air Bersih
Ia menuturkan, sekitar 60 Kepala Keluarga (KK) di Kampung Pasirhonje, selama ini memanfaatkan air bersih dari kubangan di sawah yang jaraknya sekitar 200 meter dari pemukiman. Sumber air itu, lanjutnya, hanya dapat dinikmati warga, saat musim hujan, sementara di musim kemarau air kubangannya surut.
"Saat kemarau, air kubangannya surut. Paling, warga beralih ke tempat lain mengambil airnya, yaitu ke Cipancur," tuturnya.
BACA JUGA:Â Kedusunan Kubang dan Bantarjati Kabupaten Sukabumi Darurat Air Bersih
Sementara Eem (40 tahun), warga lainnya mengungkapkan, dulunya pernah ada warga membuat sumur bor, namun sekarang karena musim kemarau airnya tidak ada. "Dulu juga ada warga yang membuat sumur bor sedalam 21 meter, namun tidak ada airnya sekarang," ungkapnya.
Kini, Eem dan warga lainnya di Kampung Pasirhonje, berharap perhatian pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut. "Ya, kami dan warga lainnya meminta pemerintah dapat menyediakan sarana dan prasarana, seperti menyediakan air yang mudah dan terjangkau untuk memenuhi kebutuhan warga," harap Eem diamini warga lainnya.