SUKABUMIUPDATE.com - Bupati Sukabumi, Marwan Hamami kecewa dengan sikap petani penggarap di Desa Pasirdatar Indah, dan Desa Sukamulya, Kecamatan Caringin.
Kekecewaan Marwan tersebut cukup beralasan, pasalnya para petani penggarap ini tidak hadir dalam agenda mediasi yang digelar di Makodim 0607 Kota Sukabumi, beberapa waktu lalu.
"Sepertinya ada yang memprovokasi. Sangat disayangkan. Padahal kita berusaha mencarikan solusi terkait masalah sengketa lahan," jelas Marwan, Sabtu (12/8/2017) petang.
BACA JUGA:Â Tragedi di PT. SNN Pasirdatar Kabupaten Sukabumi, Beberapa Asset Perusahaan Hancur
Marwan menilai, saat ini seharusnya petani penggarap ikut bersama-sama memikirkan solusi.
"Medisi itu kan untuk mencari cara, bagaimana petani tetap bisa bercocok tanam. Perusahaan (PT. SNN) juga memulai usahanya. Bukan lagi siapa yang paling berhak soal lahan karena secara hukum jelas," tutupnya.
Marwan pun mendukung penjadwalan kembali pertemuan atau mediasi tersebut dan berharap para petani hadir.
BACA JUGA:Â Polisi Diminta Usut Kejadian di Kantor PT. SNN Pasirdatar Kabupaten Sukabumi
Seperti dilansir sebelumnya, audiensi permasalahan lahan PT Suryanusa Nadicipta (PT. SNN) dengan masyarakat penggarap di Desa Pasirdatar Indah dan Desa Sukamulya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, digelar Muspida di Aula Makodim 0607 Kota Sukabumi, Jumat (11/8/2017).
Audensi yang dihadiri Bupati Sukabumi Marwan Hamami, Dandim 0607 Kota Sukabumi Letkol Inf M Mahfud, Humas BPN Syamsul Hilal, Kapolres Sukabumi AKBP M Syahduddi yang diwakili Kabag Ops Kompol Marta Setiadi, dan perwakilan PT SNN, diundur satu jam lebih dari waktu yang telah ditentukan karena menunggu perwakilan dari masyarakat penggarap.
Audiensi yang diinisiasi Kapolres Sukabumi AKBP M Syahduddi ini pun akhirnya dimulai sekitar pukul 09.00 WIB lebih, tanpa kehadiran masyarakat penggarap, sehingga hal tersebut menjadi perhatian semua pihak yang hadir. Dalam pertemuan tersebut, baik Bupati, Dandim, maupun pihak BPN, menyesalkan ketidakhadiran masyarakat penggarap.
Padahal, di sela-sela padatnya waktu dan ditengah kunjungan Menteri Sosial (Mensos) RI, Khofifah Indar Parawansa ke Kabupaten Sukabumi, Bupati Marwan Hamami pun menyempatkan hadir dalam audiensi tersebut, hal itu menunjukkan kepeduliannya dalam menyikapi persoalan, antara PT SNN dengan masyarakat penggarap.
BACA JUGA:Â Soal Peristiwa di PT SNN, Ini Pengakuan Petani Pasirdatar Kabupaten Sukabumi
Bahkan dalam arahannya di depan peserta audiensi, Marwan mengatakan apa yang terjadi di Desa Pasirdatar Indah, dan Desa Sukamulya, sudah bukan lagi persoalan status lahan seperti yang diramaikan selama ini. Marwan pun meminta PT SNN meneruskan kegiatannya, namun dengan tetap memperhatikan masyarakat setempat.
Sementara itu, sampai saat ini Polres Sukabumi masih terus menyelidi kasus pembakaran gedung, kantor, dan mess PT SNN, dengan kerugian ditaksir miliaran rupiah.