Soal Peristiwa di PT SNN, Ini Pengakuan Petani Pasirdatar Kabupaten Sukabumi

[object Object]
Kamis 03 Agu 2017, 03:11 WIB
Soal Peristiwa di PT SNN, Ini Pengakuan Petani Pasirdatar Kabupaten Sukabumi

SUKABUMIUPDATE.com – Berawal dari keberangkatan H Solihin (60 tahun), petani Pasirdatar, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Rabu (2/8/2017) bersama pihak perusahaan, yakni PT Surya Nusa Nadicipta (SNN) ke Polres Palabuhanratu tanpa kejelasan informasi ditengarai menjadi pemicu pengrusakan di kantor PT SNN oleh masyarakat, sekitar pukul 21.00 WIB.

Menurut Solihin, dirinya sebelumnya sering didatangi oleh perusahaan agar segera menyerahkan lahan garapannya. “Sehingga saya pun berniat ingin memasrahkan lahan tersebut kepada pihak perusahaan karena takut berdampak secara hukum,” tuturnya kepada sukabumiupdate.com, Kamis (3/8/2017).

BACA JUGA: Pengrusakan Kantor PT. SNN di Kabupaten Sukabumi Berawal dari Rencana Pencabutan Laporan

Ia pun mengaku pernah ditanya orang  perusahaan, yaitu Kadar, yang mempertanyakan soal lahan garapannya. “Tahu tidak yang digarap oleh bapak itu lahan milik siapa? Bapak sudah menjadi terlapor dan akan dipanggil Polisi,” aku Solihin menirukan perkatan Kadar.

"Karena takut dipenjara sebab sudah dilaporkan ke Polisi, maka saya pun mau menyerahkan lahan saja. Apalagi saya sudah tua dan sering sakit-sakitan,” imbuhnya.

BACA JUGA: PT SNN Pasir Datar Indah Kabupaten Sukabumi, Kecam Aksi Pengrusakan

Atas dasar rasa ketakutan tersebut maka ia pun mengikuti arahan dari pihak perusahaan untuk menyerahkan lahan garapannya itu.

“Karena awam hukum, saya pun datang ke perusahaan dan berniat untuk menyerahkan lahan dan meminta dicabut Laporan Polisi (LP) agar tidak diperpanjang masalahnya,” ucapnya.

BACA JUGA: Kantor PT SNN Kabupaten Sukabumi Dirusak Massa

Setelah menyampaikan maksudnya ke pihak perusahaan tambah Solihin, ada empat orang dari PT SNN mengantarkan dirinya ke Polres. “Namun setelah bertemu penyidik, diarahkan untuk kembali datang lagi kalau sudah ada surat panggilan,” bebernya.

Dia tidak menyangka akan terjadi pengrusakan kantor perusahaan oleh masyarakat, karena tidak bisa memberikan informasi tentang keberadaannya, sebab tidak menggunakan telepon genggam sehingga membuat keluarga dan masyarakat menjadi cemas.

Berita Terkini