SUKABUMIUPDATE.com - Peristiwa meledaknya gudang sekaligus pabrik pembuatan petasan di kampung Kampung Lemburhuma RT 02/12, Desa Bojongsawah, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, menyisakan misteri. Pasalnya, warga memilih bungkam soal kronoligis kejadian tersebut.
Hal ini dibenarkan Camat Kebonpedes, Tamtam Alamsyah. Saat terjun langsung ke lokasi, ujar Tamtam kepada sukabumiupdate.com, Jumat (14/4), tak satupun warga berkomentar.Â
“Warga kompak diam seribu bahasa. Mereka mengaku tidak tahu siapa pemilik gudang sekaligus pbarik petasan yang meleda,†ungkap Tamtam melalui sambungan selular.
Bahkan, warga tidak mau menjelaskan apakah ada kemungkinan korban jiwa akibat ledakan tersebut. Ia mengakui, peristiwa tersebut tak aneh di wilayah tersebut. Padahal, kehadiran pihak Kecamatan, ungkap dia, guna melihat efek dari ledakan itu terhadap warga.
BACA JUGA:
Ledakan di Kebonpedes Kabupaten Sukabumi, Ini yang Ditemukan Polisi
Gudang Petasan Kebonpedes Kabupaten Sukabumi Meledak
Dititipi Jual Petasan, Nenek 50 Tahun Minta Polisi Kota Sukabumi Tak MenangkapnyaÂ
Sikap diam dan membisunya warga tersebut, prediksi Tamtam, mungkin ada sebabnya, dan pasti tidak terjadi begitu saja.
"Meskipun kami belum bisa membenarkan dan memastikan karena apa sikap membisunya warga, tetapi setelah ditanya, sedikit banyak yang mengatakan bahwa membuat petasan ini salah satu mata pencaharian mereka, sehingga nanti akan mematikan mata pencaharian mereka kalau berhenti membuat petasan" tambah Tamtam.
Meski demikian, pihak kecamatan akan mengupayakan jalan terbaik untuk tidak terulangnya kejadian serupa. Apalagi kejadian ini bukanlah yang pertama kali.
"Kami akan berusaha untuk melakukan pendekatan, mempelajari budaya dan karakteristik masyarakat sekitar. Supaya dalam mengambil solusi sesuai dengan kondisi masyarakat nantinya," imbuhnya.
Ia mengatakan, akan mengajak alim ulama setempat guna melakukan pendekatan dan memberi pemahaman tentang petasan.
“Biasanya mendekati hari raya Idul fitri, permintaan akan petasan tinggi. Kami akan mengajak alim ulama setempat dalam memberikan penyuluhan ke masyarakat sekitar, supaya memahami bagaimana bahayanya petasan," pungkasnya.
