Ingin Kembali ke Sekolah, Bocah Perempuan Penderita Tumor asal Cikakak Kabupaten Sukabumi

[object Object]
Minggu 02 Apr 2017, 08:02 WIB
Ingin Kembali ke Sekolah, Bocah Perempuan Penderita Tumor asal Cikakak Kabupaten Sukabumi

SUKABUMIUPDATE.com – Suci Ratna Damayanti (12), penderita tumor tulang di kaki asal Kampung Hegarmanah, RT 02/ 04, Desa/Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, butuh bantuan. Bocah malang ini harus meninggalkan bangku sekolah, dan saat ini sedang menunggu panggilan dari Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, untuk operasi.

Bengkak di kaki kiri Suci terus membesar sejak enam bulan silam. Anak pertama dari dua bersaudar dari pasangan Fatimah (28), dan Tahyudin (31), saat ini hanya bisa tergolek lemah ditempat tidur.

"Sudah lama saya tidak sekolah, sejak lutut saya sakit. Awalnya jatuh waktu main, terus diurut eh malah ada benjolan dan akhirnya bengkak gini. Saya ingin cepat sembuh, saya ingin kembali sekolah,” tutur Suci kepada sukabumiupdate.com, Minggu (2/4) di rumahnya.

Dokter mendiagnosa Suci menderita tumor tulang ganas. Penyakit ini memaksa sang ibu, Fatimah, berhenti bekerja karena merawat Suci butuh waktu lebih banyak.

“Saya terpaksa berhenti bekerja sebagai asisten rumah tangga di Bandung, sejak Suci sakit. Saya kan udah cerai sama suami, jadi Suci dan adiknya saya yang urus,” jelas Fatimah.

Tabungan Fatimah pun akhirnya terkuras untuk mengobati suci, karena awalnya keluarga menduga benjolan tersebut hanya sakit biasa karena terjatuh. Berkat bantuan berbagai pihak, Suci pun akhirnya mendapatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

BACA JUGA:

Dibantu Dermawan Luar Jawa, Penderita Tumor Tulang Dirawat di RSUD Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi

Jual Rumah Demi Pengobatan, Penderita Tumor Asal Cimanggu Kabupaten Sukabumi

Merasa Dipermainkan, Warga Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi: Jangan Ajari Saya Sabar

“Kalau berobatnya sudah punya KIS, tapi kan bolak-balik ke Bandung, uang bantuan dari keluarga juga sudah habis. Selama ini cuma cek-cek aja, dokter Hasan Sadikin belum memutuskan kapan akan di operasi,” lanjut Fatimah.

Beban Fatimah bertambah berat karena dokter menyarankan kaki kiri Suci harus diamputasi karena tumor ganasnya sudah menjalar cepat. “Awalnya saya nggak tega ngomong ke Suci soal amputasi. Tapi anak ini kuat, sekarang dia sudah siap walaupun harus diamputasi, dia pengen kembali ke sekolah,”

Selama ini, untuk perawatan Suci, Fatimah dibantu oleh keluarganya khususnya sang adik, Fitriani (31). “Kemaren pas di Bandung denger mau diamputasi Suci takut, sekarang dia sudah siap, dan kami menunggu panggilan operasi,” tambah Fitriani.

Fatimah dan Fitriani berharap ada dermawan yang mau membantu mereka, karena saat panggilan operasi datang, keluarga harus menemani, namun saat ini tidak memiliki dana.

“Masalahnya kan, selama operasi minimal ibunya harus menemani dan itu perlu biaya. Itu yang sekarang sedang kami pikirkan caranya,” pungkas Fitriani.

Berita Terkini