SUKABUMIUPDATE.com - Menjelang penilaian Geopark Ciletuh Nasional Palabuhanratu (GCNP) pada Juni dan Juli mendatang, Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi masih kesulitan membangun mainset masyarakat terkait geopark itu sendiri.
"Kesadaran akan lingkungan dan belum sadarnya masyarakat yang berada di kawasan geopark, menjadi masalah tersendiri," jelas Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Dana Budiman kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (1/4).
Menurut Dana, sari 13 titik objek yang diajukan untuk dinilai tim dari badan dunia, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) di delapan Kecamatan yang masuk kawasan geopark, yakni Kecamatan Cisolok, Cikakak, Palabuhanratu, Simpenan, Surade, Jampang Kulon, Ciracap dan Ciemas, hanya dua warga Kecamatan Ciracap dan Ciemas saja yang warganya mulai sadar jika mereka merasa di kawasan geopark.
BACA JUGA:
Pemprov Jabar Tata Jalur Menuju Kawasan Geopark Ciletuh Kabupaten Sukabumi
Sambut Geopark Ciletuh, Pemuda Pangumbahan Kabupaten Sukabumi Dilatih Keterampilan Khusus
Siapkan Mulok Geopark Ciletuh DPRD Kabupaten Sukabumi Berguru ke Purwakarta
"Karena dua Kecamatan tersebut warganya sudah merasakan geliat perekonomian dari adanya wisatawan yang datang, meskipun kebanyakan masih wisatawan lokal," imbuh Dana.
Dengan begitu, dirinya berharap agar semua elemen masyarakat terutama jurnalis, ikut berpartisipasi dalam penulisan konsep geopark dan mensosialisasikannya kepada masyarakat. Dengan begitu, Dana berharap, destinasi wisata di Kabupaten Sukabumi bisa go international bukan lagi sekadar mimpi.
"Kami sadar kurang mensosialisasikan, karena tentunya memerlukan anggaran, juga butuh waktu yang tentunya tidak sebentar. Dengan begitu kita semua harus bersama-sama menjelaskan kepada masyarakat agar semua bisa memahaminya," ujarnya.
Â
Â
